PALANGKA RAYA, Jelajah.co — Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menjadi perhatian di tengah persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Dalam kunjungannya ke Palangka Raya, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka disebut melihat langsung antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU.
Momen tersebut juga beredar di media sosial dengan memperlihatkan kendaraan roda dua dan roda empat mengantre untuk mendapatkan BBM.
Dalam dialog dengan petugas SPBU dan warga, Gibran disebut meminta agar persoalan stok dan distribusi BBM segera diperiksa.
“Saya kaget lihat antreannya panjang sekali. Ini harus segera kita carikan solusi. Jangan sampai masyarakat kecil yang dirugikan. Saya sudah minta Pertamina dan Pemda untuk mengecek stok, distribusi, dan memastikan tidak ada penimbunan,” ujar Gibran sebagaimana dikutip dalam informasi yang diterima.
Ia juga meminta pengawasan distribusi BBM subsidi diperketat agar penyalurannya tepat sasaran.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
Pemprov bersama Pertamina dan aparat terkait disebut telah melakukan koordinasi untuk menjaga ketersediaan pasokan dan memperlancar distribusi ke SPBU.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah Provinsi bersama Pertamina dan aparat terkait sudah berkoordinasi untuk menambah pasokan dan memperlancar distribusi ke SPBU-SPBU,” demikian pernyataan yang disampaikan.
Masyarakat juga diminta melaporkan apabila menemukan dugaan penjualan BBM di atas harga yang ditetapkan maupun praktik lain yang dinilai tidak sesuai ketentuan.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, juga meminta pengawasan terhadap distribusi dan harga BBM terus dilakukan agar tidak terjadi permainan harga di tingkat pengecer.
Sejumlah warga berharap persoalan antrean dapat segera ditangani sehingga kebutuhan BBM masyarakat kembali terpenuhi secara normal.
“Harapan kami sederhana, jangan antre terlalu lama, BBM tersedia, dan harganya terjangkau. Kasihan tukang ojek, pedagang, dan warga yang butuh cepat,” ujar salah seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, masih diperlukan keterangan resmi dari Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terkait penyebab antrean serta langkah penanganan distribusi BBM di Palangka Raya. (Abeh)








