• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Minggu, 12 Juli 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Jabar

Festival Film Jelek Vol. 2 “Bertamasya” Jadi Ruang Kreatif bagi Sineas Independen

Redaksi by Redaksi
11 Juli 2026
in Jabar
A A
Share on FacebookShare on Twitter

BOGOR, Jelajah.co – Festival Film Jelek Vol. 2 bertajuk “Bertamasya” digelar di kawasan Cafe Dieu Geura, Kota Bogor, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini menjadi ruang alternatif bagi sineas independen untuk menampilkan karya, bertukar gagasan, sekaligus memperkuat ekosistem perfilman yang inklusif dan terbuka.

Mengusung konsep yang unik, festival tersebut mengajak masyarakat memandang dunia perfilman dari perspektif berbeda. Istilah “Film Jelek” bukan dimaksudkan sebagai penilaian terhadap kualitas karya, melainkan satire yang menegaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, dan berkembang tanpa harus takut gagal.

Festival Director sekaligus penyelenggara, Juan Hendri, mengatakan penyelenggaraan tahun ini merupakan edisi kedua sekaligus bagian dari persiapan menuju Festival Film Jelek Vol. 3. Konsep “Bertamasya” dirancang sebagai gerakan budaya yang akan berkeliling ke berbagai daerah untuk membuka ruang kreatif bagi komunitas perfilman.

BACA JUGA

Oplus_16908288

Lurah Bantar Gebang Buka Turnamen Sepak Bola Piala Sub Karang Taruna RW 10

5 Juli 2026

Lurah Mustika Jaya Ahmad Jazuli Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80, Harapkan Polri Terus Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat

2 Juli 2026

“Festival kali ini merupakan perjalanan kami menuju Festival Film Jelek Vol. 3. Kami ingin membawa konsep ‘Bertamasya’ ke berbagai kota di Indonesia agar semakin banyak ruang perjumpaan, kolaborasi, dan keberanian bagi siapa saja yang ingin berkarya,” ujar Juan.

Menurutnya, festival ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi perfilman nasional yang dinilai semakin berorientasi pada standar komersial. Karena itu, pihaknya ingin menghadirkan wadah bagi para kreator untuk tetap berkarya tanpa terbebani stigma maupun tuntutan industri.

Juan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival, mulai dari Komunitas Bahasinema, Anamorfilm, Radio Ardan, Nobiplay, media partner, relawan, hingga berbagai komunitas seni yang ikut menjaga semangat perfilman independen.

Sebagai tamu kehormatan, Dewan Pembina Rumah Hebat Nusantara, Cakranegara, menilai festival tersebut menjadi ruang penting bagi lahirnya sineas-sineas muda Indonesia.

“Jangan pernah takut disebut belum sempurna. Semua karya besar lahir dari proses panjang. Festival ini mengajarkan bahwa keberanian untuk berkarya jauh lebih penting daripada rasa takut terhadap kritik,” katanya.

Hal senada disampaikan sutradara film Lord Rangga VS Titan, Sigit Pradityo. Ia menegaskan Festival Film Jelek dibangun atas semangat kolaborasi lintas komunitas dan menjadi ruang belajar terbuka bagi siapa pun yang mencintai dunia perfilman.

“Festival ini bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi siapa yang berani memulai. Kami ingin membangun ekosistem perfilman independen yang sehat, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Indonesia,” ujarnya.

Selain menjadi ajang pemutaran karya, Festival Film Jelek Vol. 2 juga menjadi wadah diskusi, jejaring antarkomunitas, serta penguatan literasi visual bagi masyarakat. Kehadiran berbagai komunitas kreatif menunjukkan bahwa perkembangan perfilman independen tidak hanya bertumpu pada industri, tetapi juga lahir dari semangat kolaborasi dan gotong royong.

Penyelenggaraan festival ini sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, yang mendorong tumbuhnya kreativitas, kebebasan berekspresi, serta penguatan budaya nasional melalui karya-karya perfilman.

Melalui Festival Film Jelek Vol. 2 “Bertamasya”, penyelenggara berharap semakin banyak ruang bagi sineas muda untuk berkarya, belajar, dan membangun perfilman Indonesia yang kreatif, berdaya saing, serta tetap berakar pada nilai-nilai budaya bangsa. (Red)

Previous Post

Ketika Ruang Belajar Menjadi Mahal

Next Post

Alzier Dianis Geram, Kematian Gajah Indra Sang Pahlawan Hutan Way Kambas

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

DPP GASAK Desak Kejati dan BPK Audit Pengadaan Dinas Kominfo Pesisir Barat

16 Juni 2026

Pemkab Barsel Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Lahan Dua Desa, Tim Verifikasi Segera Turun ke Lapangan

8 Juli 2026

ALAM Demo Kejati Lampung, Desak Dugaan TPPU Oknum Jaksa Diusut Transparan

10 Juli 2026

Danlanal Kumai Salurkan Bantuan Sembako untuk Pondok Pesantren Sunanul Huda

1 Juli 2026

Warga Laporkan Dugaan Pemuatan Kayu Ilegal di Lokasi Sengketa Lahan Majundre, Aparat Diminta Tindak Lanjuti

10 Juli 2026

Genangan Air Akibat Kolam Ikan, Warga Kenangan Jaya 3 Desak Satpol PP Tanjungpinang Bertindak

17 Juni 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.