BANDAR LAMPUNG, Jelajah.co – Pelaksanaan kegiatan Peningkatan Jurnalistik dan Penulisan Berita Ekonomi yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung di Grand Elty Krakatoa Resort, Kalianda, menuai sorotan dari sejumlah kalangan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan media. Namun, perhatian publik tertuju pada pemilihan lokasi penyelenggaraan yang dinilai kurang sejalan dengan semangat efisiensi anggaran yang tengah didorong pemerintah.
Ketua LSM Gerakan Demo Rakyat Anti Korupsi (GEDOR), A. Zahriansyah Ama, mengatakan yang menjadi perhatian bukan substansi pelatihan, melainkan alasan pemilihan resort berbintang sebagai lokasi kegiatan.
“Yang dipersoalkan bukan pelatihannya, tetapi mengapa harus dilaksanakan di resort berbintang ketika pemerintah sedang mendorong efisiensi anggaran dan kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih,” ujarnya, Jumat (10/07/2026).
Berdasarkan informasi yang tercantum pada situs resmi Grand Elty Krakatoa Resort, tarif kamar tipe Pool Side berada di kisaran Rp980 ribu per malam, sedangkan tipe Beach Side sekitar Rp1,18 juta per malam.
Dengan asumsi sebagian besar peserta menginap selama dua malam, biaya akomodasi diperkirakan dapat mencapai ratusan juta rupiah. Namun, perhitungan tersebut hanya bersifat ilustratif dan bukan angka resmi karena hingga kini Bank Indonesia Lampung belum mempublikasikan besaran anggaran kegiatan tersebut.
Menurut Zahriansyah, sebagai institusi negara yang selama ini mendorong efisiensi dan tata kelola keuangan yang baik, Bank Indonesia perlu memberikan penjelasan kepada publik mengenai dasar pemilihan lokasi kegiatan.
“Apakah kegiatan peningkatan kapasitas jurnalistik memang harus dilaksanakan di resort berbintang? Bukankah masih banyak alternatif lokasi seperti kantor BI, balai pelatihan pemerintah, atau gedung pertemuan yang lebih sederhana namun tetap representatif?” katanya.
GEDOR juga meminta Bank Indonesia Lampung membuka informasi terkait pelaksanaan kegiatan tersebut, mulai dari total anggaran, jumlah peserta yang dibiayai, alokasi biaya penginapan, konsumsi, transportasi, uang saku, hingga dasar penunjukan Grand Elty Krakatoa Resort sebagai lokasi kegiatan.
“Keterbukaan informasi sangat penting agar publik memperoleh kepastian bahwa penggunaan anggaran telah dilakukan secara efektif, efisien, dan akuntabel. Transparansi merupakan bagian dari prinsip tata kelola yang baik,” tegas Zahriansyah.
Hingga berita ini diterbitkan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung belum memberikan tanggapan resmi terkait besaran anggaran maupun alasan pemilihan Grand Elty Krakatoa Resort sebagai lokasi kegiatan, meski upaya konfirmasi telah dilakukan. Jelajah.co akan memperbarui pemberitaan apabila klarifikasi resmi dari Bank Indonesia Lampung telah diterima. (Red)








