Pesisir Barat, Jelajah.co – Sekretaris Cabang Pagar Nusa Pesisir Barat, Sukron Hadi, mengingatkan seluruh anggota organisasi untuk mematuhi aturan dan garis komando struktural. Pesan ini ia sampaikan usai Konferensi Cabang yang melahirkan kepemimpinan baru di tubuh Pagar Nusa Pesibar.
Menurut Sukron, Pagar Nusa berlandaskan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan Peraturan Organisasi (PO) yang telah disepakati. Karena itu, ia meminta setiap elemen organisasi menjaga keteraturan dengan menaati ketentuan yang berlaku.
“Organisasi ini punya mekanisme yang jelas. Semua pimpinan, dari rayon, ranting, hingga PAC, wajib melaporkan agenda ke Pengurus Cabang sebelum pelaksanaan,” tegasnya.
Ia menambahkan, mekanisme komunikasi di Pagar Nusa berjalan dua arah: koordinasi dari bawah ke atas, serta instruksi dari atas ke bawah yang bersifat wajib. Hal ini sesuai PD/PRT Pasal 13 poin 3 yang menegaskan kewenangan Pimpinan Cabang terhadap seluruh tingkatan di bawahnya.
Ketua Cabang terpilih, Restu Akbari, mengajak seluruh kader kembali fokus pada aktivitas kaderisasi. “Kerja-kerja organisasi harus dimulai dari pembukaan, penerimaan santri baru, hingga kegiatan struktural lain yang membangun kekuatan organisasi,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Ketua Forum Mahasiswa Pagar Nusa Lampung, Yoksa Adrinata. Ia mengingatkan pentingnya pemahaman administrasi bagi pengurus, pendekar, dan anggota terhadap PD/PRT serta PO organisasi.
“Pagar Nusa adalah organisasi struktural yang dipimpin Ketua, bukan tokoh kultural. Unsur kultural memang penjaga nilai, tetapi bukan pengambil kebijakan,” kata Yoksa.
Ia berharap seluruh jajaran Pagar Nusa di Pesisir Barat maupun di tingkat provinsi dapat kembali bergerak dalam satu komando sesuai aturan dan tugas masing-masing. (Red)








