• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Rabu, 22 April 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Tari Ngigel Menyatu dengan Napas Kota: Karnaval Budaya Jadi Jembatan Generasi Bandar Lampung

Redaksi by Redaksi
4 Agustus 2025
in Lampung, Pemerintahan
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Bandarlampung, Jelajah.co – Seperti alunan musik tradisional yang tak lekang dimakan waktu, Kota Bandar Lampung kembali berdendang lewat gelaran Karnaval Budaya Tari Ngigel Begawi 2025. Di tengah hiruk-pikuk kota yang kian modern, ribuan warga tumpah ruah merayakan HUT ke-343 Bandar Lampung, seakan menegaskan bahwa akar budaya tak akan pernah tercerabut oleh zaman.

Di antara sorak-sorai dan hentakan kaki para penari, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bandar Lampung, Dapid Novian Mastur, memandang karnaval ini sebagai napas baru bagi warisan budaya daerah. Ia menilai acara tersebut ibarat jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa depan, mempertemukan tradisi leluhur dengan rasa ingin tahu generasi muda.

“Kami sangat mengapresiasi karnaval ini. Ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah kota dalam menjaga dan mengenalkan budaya Lampung, khususnya Tari Ngigel, kepada masyarakat luas,” ujarnya melalui pernyataan pers, Minggu (3/8/25).

BACA JUGA

Retribusi Labuhan Jukung Rp36 Juta, Dugaan Kebocoran Menguat

21 April 2026

Pemprov Lampung–BRI Sinergi Program Desa, Dorong Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

21 April 2026

Dapid menyebut, kegiatan budaya seperti ini tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sekolah terbuka bagi anak muda untuk belajar mencintai jati diri mereka. Seperti benih yang ditanam di tanah subur, pelestarian budaya memerlukan perhatian dan kebersamaan agar terus tumbuh.

“Melalui acara ini, generasi milenial dan Gen Z bisa belajar dan merasa bangga dengan identitas budayanya. Ini sangat penting agar budaya kita tidak tergerus oleh modernisasi,” tambahnya.

PMII Bandar Lampung pun berharap, karnaval budaya dapat menjadi tradisi rutin yang terus berinovasi, sehingga Tari Ngigel dan kesenian Lampung lainnya tak hanya menjadi cerita di buku sejarah, tetapi juga napas yang terus hidup di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana, yang hadir dalam karnaval tersebut, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya melihat antusiasme warga. Baginya, semangat ribuan orang yang ikut serta adalah bukti bahwa budaya Lampung masih berdenyut kuat di hati masyarakat.

“Budaya adalah jati diri kita. Saya berharap anak-anak muda kita semakin giat belajar tentang seni dan budaya Lampung agar tidak luntur oleh perkembangan zaman,” ucap Eva.

Layaknya sebuah tarian yang membutuhkan harmoni, acara ini menjadi simbol kebersamaan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, pelajar, guru, komunitas, hingga organisasi kemahasiswaan dalam menjaga warisan budaya. Karnaval Tari Ngigel pun bukan sekadar pesta, tetapi pengingat bahwa identitas suatu daerah hanya akan hidup selama generasinya mau menari bersama irama leluhur mereka. (*/Red)

Previous Post

Pagar Nusa Pesisir Barat Tekankan Kepatuhan Struktural Pasca Konfercab

Next Post

Mahasiswa KKN UIN Raden Intan Pasang 100 Lubang Biopori di Jagabaya 1

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Negara Restui Petani Way Kanan Jadi Tumbal

4 April 2026

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

Mengenal Fathan Subchi, Dari Anggota DPR RI Hingga BPK RI

24 Februari 2025

Rakercab PERADI SAI Bekasi Raya Tekankan Profesionalisme dan Integritas Advokat

18 April 2026

‎Lebih dari 980 Eks Karyawan KB Bank Protes Hak PHK yang Belum Tuntas ‎ ‎

24 Desember 2025

SOKSI Kota Bekasi Deklarasi Dukungan Mutlak untuk Ranny Fahd Arafiq di Musda Golkar

11 April 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.