Barito Selatan, Jelajah.co — Dandim 1012/Buntok bersama rombongan Perwira Siswa (Pasis) Sesko TNI melakukan penyuluhan dan audiensi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kayumban, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut turut melibatkan Tim Pemadam Kebakaran PT Kalimantan Barito Persada (KBP).
Enam Pasis Sesko TNI yang hadir yakni Kolonel Laut (P) Agus Triyana, Kolonel Pom Karyanto, Kolonel Laut (P) Edi Herdiana, Kolonel Laut (E) Edy Suntoro, Kolonel Inf Prasetyo, dan Kolonel Inf Didin.
Dalam kegiatan tersebut, tim mengecek kesiapan sarana dan prasarana pemadaman yang dimiliki PT KBP, mulai dari alat pelindung diri, pompa, selang, hingga peralatan pemadaman manual.
Kolonel Pom Karyanto dan Kolonel Laut (E) Edy Suntoro menekankan pentingnya memahami karakteristik lahan gambut dalam penanganan karhutla.
“Di lahan gambut ini tantangannya berbeda. Kita harus tahu apa kendala, apa kesulitan, dan bagaimana cara penanganan yang tepat agar api tidak menjalar dan bisa dipadamkan tuntas,” ujarnya.
Dandim 1012/Buntok juga mengapresiasi kesiapan Tim Pemadam PT KBP dan menekankan pentingnya koordinasi antara TNI, perusahaan, pemerintah, serta masyarakat dalam pencegahan dan penanganan karhutla.
Menurutnya, koordinasi tersebut diperlukan terutama di wilayah yang memiliki kerawanan kebakaran seperti Kecamatan Gunung Bintang Awai.
Pasis Sesko TNI juga mendorong perusahaan dan masyarakat meningkatkan patroli, pencegahan, serta pelaporan dini apabila ditemukan titik api.
Sementara itu, perwakilan manajemen PT KBP, Haris, mengatakan perusahaan telah menyiapkan personel dan peralatan untuk menghadapi potensi kebakaran.
Ia menyebut sekitar 20 personel disiagakan untuk mendukung penanganan karhutla.
“Perusahaan yang saya pimpin sangat siap menghadapi kebakaran. Peralatan dan tim sudah ada 20 orang untuk berjaga,” kata Haris.
Menurutnya, Tim Pemadam PT KBP sebelumnya juga pernah membantu pemadaman kebakaran di sekitar wilayah operasional perusahaan, termasuk di Desa Bantai Bambure dan sejumlah titik di jalur Palangka Raya–Buntok hingga kawasan Desa Kalahien. (Abeh)








