• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Rabu, 16 September 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Kalteng

Ritual Tiwah di Desa Tahawa Masuki Tahapan Tabuh, Enam Liau Diantarkan ke Lewu Tatau

Redaksi by Redaksi
15 September 2026
in Kalteng
A A
Oplus_16908288

Oplus_16908288

Share on FacebookShare on Twitter

PULANG PISAU, Jelajah.co — Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tahawa, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, melaksanakan rangkaian Ritual Tiwah sebagai penghormatan terakhir kepada leluhur yang telah meninggal dunia.

Rangkaian Tiwah telah dimulai sejak 15 Juli 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 24 September 2026.

Salah satu tahapan penting dalam ritual tersebut adalah Tabuh yang dilaksanakan selama dua hari, Sabtu (12/9/2026) dan Minggu (13/9/2026).

BACA JUGA

Oplus_16908288

Mirza Dorong Penataan HGU dan Kawasan Hutan Lampung dalam RDP Komisi II DPR RI

16 September 2026
Oplus_16908288

AWPI Kalteng Soroti Persoalan BBM di Tengah Karhutla, Minta Transparansi Distribusi dan Harga

16 September 2026

Dalam kepercayaan Hindu Kaharingan masyarakat Dayak Ngaju, Tiwah merupakan ritual untuk mengantarkan liau atau roh orang yang telah meninggal menuju Lewu Tatau.

Ketua Panitia Ritual Tiwah, Ito Madae, mengatakan pelaksanaan di Desa Tahawa kali ini merupakan kegiatan kedua sepanjang 2026.

“Pelaksanaannya dimulai sejak 15 Juli dan dilakukan secara bertahap hingga sampai pada acara Tabuh sebagai salah satu bagian penting dalam rangkaian Tiwah,” kata Ito.

Pada Tabuh pertama, panitia melakukan pengorbanan satu ekor kerbau. Sementara pada Tabuh kedua, dua ekor kerbau dikorbankan sebagai bagian dari prosesi.

Sebanyak enam liau mengikuti Ritual Tiwah tersebut.

Satu di antaranya adalah Marincen, perempuan, yang merupakan anggota Tiwah Bandae dari Desa Tahawa.

Sementara lima lainnya, yakni Atuk Dahiang, Nuri Bulli, Nucil Atuk, Lia Lagun, dan Duris Nikel, berasal dari keluarga anggota Tiwah Untung yang berdomisili di Desa Pambarunan.

Setelah pelaksanaan Tabuh, rangkaian dilanjutkan dengan prosesi nganjan pada Minggu sore (13/9/2026).

Tahapan berikutnya berupa pengambilan tulang-belulang leluhur dari lokasi pemakaman untuk dibersihkan dan dibawa ke sekitar Sandung.

Tulang-belulang tersebut kemudian menjalani prosesi ritual sebelum ditempatkan ke dalam Sandung yang telah disiapkan sebagai tempat penyimpanan tulang leluhur.

Rangkaian selanjutnya adalah Kangkahem yang dilaksanakan setelah Nyangkean, yakni tahapan ketika tulang-belulang leluhur telah dimasukkan ke dalam Sandung.

Dalam ritual Kangkahem, terdapat prosesi menggunakan perahu sebagai bagian dari simbol pelepasan berbagai hal buruk atau kesialan yang dipercaya masih melekat.

Para pelaksana ritual menaiki perahu, kemudian perahu dibalik hingga tenggelam ke sungai sebagai bagian dari prosesi tersebut.

Seluruh tahapan Tiwah dilaksanakan berdasarkan kesepakatan panitia bersama keluarga liau.

Rangkaian kegiatan dijadwalkan berakhir pada 24 September 2026 melalui prosesi Basir buli huma masing-masing.

Ritual Tiwah menjadi bagian penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat Hindu Kaharingan sekaligus menjadi ruang pewarisan nilai dan tradisi masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. (Rahmi)

Previous Post

Pagu Kembar PICU-NICU RSUD ZAPA, AWPI Desak Transparansi

Next Post

Gubernur Agustiar Sabran Apresiasi Kekompakan AWPI Kalteng Peduli Kesehatan Masyarakat

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Barsel Expo 19–25 September Didukung Pihak Ketiga, Slank Dijadwalkan Tampil

14 September 2026

Polemik Tambang Emas Way Kanan, Andi Surya Siap Fasilitasi Tambang Rakyat Dilegalkan: WPR Jadi Kunci

18 Agustus 2026

Wabup Khristianto Yudha Tegaskan Penegakan Disiplin ASN di Pemkab Barsel

7 September 2026

Haru! Nenek 91 Tahun Hadiri Upacara 17 Agustus 2026, Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Barsel

17 Agustus 2026

CV Vabinendra Production Siapkan 30 Stand Gratis untuk UMKM di HUT ke-67 Barsel

14 September 2026

Wabup Barsel Resmikan Resort GKE Kamatang Pamelum Buntok

29 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.