• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Kamis, 8 Oktober 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

SPBN Kalianda Diduga Jadi Sarang Permainan Solar, Nelayan Dipaksa Beli Eceran

Redaksi by Redaksi
8 April 2026
in Lampung
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Kalianda, Jelajah.co — Praktik distribusi BBM bersubsidi di SPBN kawasan TPI Dermaga Bom, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, diduga menyimpang dan merugikan nelayan.

Sejumlah nelayan mengaku tidak lagi mendapatkan haknya secara layak, meski pasokan solar disebut-sebut rutin masuk setiap hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, SPBN tersebut seyogianya menerima pasokan sekitar 5 kiloliter (KL) solar per hari yang wajib didistribusikan langsung kepada nelayan hingga habis. Namun dalam praktiknya, distribusi diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya.

BACA JUGA

PT Palma Pertiwi Makmur Gandeng Pemkab Pesisir Barat, Bidik Potensi Pangan dan Energi

7 Oktober 2026

ALAMBAKA Soroti Dugaan Setoran Dana BOS hingga 10 Persen, Kejati Lampung Didesak Periksa

6 Oktober 2026

Para nelayan justru diarahkan oleh oknum pegawai SPBN untuk membeli solar dari pengecer di sekitar lokasi dengan harga yang lebih tinggi.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, nelayan telah memenuhi seluruh persyaratan untuk memperoleh BBM subsidi. Barcode dan surat jalan yang menjadi syarat pengambilan bahkan telah dikumpulkan dan dikuasai oleh pengawas SPBN.
Namun ironisnya, meski seluruh persyaratan telah dipenuhi, nelayan tetap tidak mendapatkan solar subsidi.

“Barcode dan surat jalan sudah dikumpulkan, tapi solar tidak didapat. Malah diarahkan oleh oknum untuk beli di pengecer sekitar lokasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut terjadi hampir merata dan membuat nelayan semakin terjepit.
“Nelayan sangat dirugikan. Hampir semua tidak mendapatkan pelayanan. Padahal semua syarat sudah dipegang pengawas,” tegasnya.

Tak hanya itu, dugaan praktik pungutan liar juga mencuat. Sejumlah nelayan disebut harus membayar hingga Rp50 ribu untuk memperpanjang barcode yang kerap dinonaktifkan setiap pekan.

Praktik tersebut diduga melibatkan pihak yang masih memiliki hubungan dengan pegawai SPBN setempat.

Kondisi ini semakin memperberat beban nelayan kecil yang sangat bergantung pada BBM subsidi untuk melaut. Alih-alih mendapatkan kemudahan, mereka justru dihadapkan pada sistem yang dinilai mengekang dan sarat permainan.

Lebih jauh, warga juga mengungkap dugaan penyelewengan distribusi solar. BBM yang seharusnya diperuntukkan bagi nelayan diduga dialihkan oleh oknum tertentu dan dijual keluar daerah, termasuk ke wilayah Lampung Timur.
“Solar itu tidak semua sampai ke nelayan. Ada yang dibawa keluar dan dijual lagi,” ungkap sumber tersebut.

Situasi ini memicu keresahan di kalangan nelayan Kalianda. Mereka menilai lemahnya pengawasan telah membuka ruang terjadinya praktik yang merugikan masyarakat pesisir.

Seharusnya, keberadaan SPBN menjadi solusi dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui distribusi BBM yang tepat sasaran. Namun yang terjadi justru sebaliknya, fungsi tersebut diduga berubah menjadi ladang permainan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Masyarakat kini mendesak pihak Pertamina dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan. Jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut tidak hanya melanggar aturan distribusi BBM subsidi, tetapi juga mencederai hak dasar nelayan.

“Kalau ini terus dibiarkan, nelayan kecil yang paling hancur. Kami minta Pertamina jangan tutup mata,” tegasnya.

Previous Post

Polda Lampung Berhasil Bongkar Sindikat Penimbunan BBM Ilegal di Pesawaran

Next Post

Bongkar Ribuan Kasus Narkoba, Polda Metro Jaya Ingatkan Bahaya Narkoba dan Dampaknya

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Barsel Expo 19–25 September Didukung Pihak Ketiga, Slank Dijadwalkan Tampil

14 September 2026

PMI Asal Barito Selatan Dipulangkan dari Malaysia, BP3MI Ingatkan Warga Hindari Agen Ilegal

2 Oktober 2026

ASN Barsel Diminta Segera Pindah KTP, BKPSDM Ingatkan Batas Akhir Oktober

4 Oktober 2026

Dua Staf Bawaslu Mesuji Diamankan Polisi di Tubaba, PAJAN Desak Bawaslu Terbuka

2 Oktober 2026

Membanggakan! Siswi SMAN 1 Buntok Tembus Final Nasional AVIMSA, Wakili Kalteng ke Banjarmasin

24 September 2026

CV Vabinendra Production Siapkan 30 Stand Gratis untuk UMKM di HUT ke-67 Barsel

14 September 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.