BANDAR LAMPUNG Jelajah.co – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung resmi membentuk Mitra Nazhir Unit Pengelola Wakaf (UPW) bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI).
Pembentukan tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi gerakan wakaf produktif sekaligus penyerahan Paket Beasiswa Perguruan Tinggi yang bersumber dari imbal hasil wakaf uang kepada UIN Raden Intan Lampung.
Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Rektor Lantai 8 Gedung Academic & Research Center UIN Raden Intan Lampung, Jumat (24/7/2026).
Wakil Ketua BWI Pusat Dr. KH. Tatang Astarudin, S.Ag., S.H., M.Si., hadir bersama Manajer Kemitraan Strategis Lembaga Kenazhiran BWI Bambang Pamungkas dan Iqbal Chaqa Fuzta dari bidang Fundraising BWI.
Turut hadir Sekretaris BWI Provinsi Lampung sekaligus Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung Dr. H. Erwinto, S.Ag., M.Kom.I., serta jajaran pimpinan UIN Raden Intan Lampung.
Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., menyambut baik pembentukan Mitra Nazhir tersebut. Menurutnya, langkah ini memberikan kepastian bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan gerakan wakaf sesuai regulasi.
“Kami menyambut baik pembentukan Mitra Nazhir dan sosialisasi dari BWI. Melalui kegiatan ini kami memperoleh penegasan dan pemahaman yang lebih jelas agar gerakan wakaf di perguruan tinggi keagamaan Islam dapat berjalan dengan baik, sesuai regulasi, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh kampus,” ujar Wan Jamaluddin.
Menurut Rektor, selama ini terdapat kehati-hatian di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam mengembangkan wakaf, terutama berkaitan dengan kepastian hukum dan regulasi bagi perguruan tinggi berstatus Badan Layanan Umum (BLU).
Karena itu, kepastian regulasi dinilai penting agar pengelolaan wakaf dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Wan Jamaluddin menilai dana wakaf memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat langsung kepada sivitas akademika, terutama mahasiswa.
Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi, termasuk melalui pemberian beasiswa, keringanan maupun penangguhan pembayaran UKT akibat kondisi tertentu seperti orang tua terkena PHK, kecelakaan atau meninggal dunia.
Selain untuk beasiswa, dana wakaf juga berpotensi mendukung pengembangan kampus, termasuk pemberdayaan lahan baru UIN Raden Intan Lampung di kawasan Kota Baru.
Wakaf Dinilai Bisa Perkuat Kemandirian Kampus
Dalam sosialisasi tersebut, Wakil Ketua BWI Pusat KH. Tatang Astarudin memaparkan Optimalisasi Gerakan Dana Abadi Berbasis Wakaf Uang pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).
Tatang mengatakan Indonesia memiliki potensi wakaf yang sangat besar. Menurutnya, wakaf memiliki karakter berbeda karena manfaatnya dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Ia mendorong wakaf tidak hanya dipandang sebagai aktivitas filantropi, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sekaligus instrumen untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan kemandirian lembaga pendidikan.
Tatang menjelaskan, Program Dana Abadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Berbasis Wakaf yang merupakan program Direktorat Jenderal Pendidikan Islam hingga kini telah menghimpun wakaf uang lebih dari Rp1,1 miliar.
Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk beasiswa mahasiswa kurang mampu dan berprestasi, pengembangan riset dan publikasi ilmiah, peningkatan fasilitas pembelajaran dan dakwah kampus, serta penguatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan.
Potensi penghimpunan program tersebut diperkirakan mencapai Rp205,26 miliar.
Menurut Tatang, perguruan tinggi keagamaan yang berstatus sebagai satuan kerja pemerintah memiliki keterbatasan regulasi untuk menjadi nazhir secara langsung.
Karena itu, BWI mendorong PTKI menjadi Mitra Nazhir BWI, sehingga penghimpunan dan pengelolaan wakaf tetap dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui skema tersebut, dana yang dihimpun tetap dapat dikelola untuk kepentingan institusi masing-masing dengan legalitas dari BWI.
UIN RIL Siapkan Pengelolaan Wakaf Berkelanjutan
Wakil Rektor II UIN Raden Intan Lampung Prof. Dr. Safari, M.Sos.I., yang ditunjuk sebagai Ketua Tim UPW UIN RIL, mengatakan kampus memiliki pengalaman dalam menghimpun dana solidaritas untuk Palestina maupun korban bencana Sumatera.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal awal untuk membangun pengelolaan wakaf yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
“Pengelolaan wakaf harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan agar Gerakan Wakaf Universitas dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Safari juga menyebut dukungan Bank Syariah Indonesia sebagai salah satu mitra dapat mempercepat pengembangan gerakan wakaf di lingkungan UIN Raden Intan Lampung.
Sementara itu, Manajer Kemitraan Strategis Lembaga Kenazhiran BWI Bambang Pamungkas menilai perguruan tinggi keagamaan memiliki potensi besar dalam mengembangkan dana abadi berbasis wakaf.
Menurutnya, sejumlah perguruan tinggi negeri berbadan hukum maupun perguruan tinggi swasta telah lebih dahulu mengembangkan model dana abadi berbasis wakaf. Hal tersebut dinilai menjadi peluang bagi PTKI untuk mengembangkan skema serupa.
Pada kesempatan yang sama, Iqbal Chaqa Fuzta dari bidang Fundraising BWI memaparkan prosedur pembentukan Mitra Nazhir sekaligus simulasi pembayaran melalui kampanye Satu Wakaf.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan Paket Beasiswa Perguruan Tinggi dari imbal hasil wakaf uang kepada UIN Raden Intan Lampung.
Paket beasiswa tersebut diserahkan Wakil Ketua BWI Pusat kepada Rektor UIN Raden Intan Lampung sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan tinggi berbasis wakaf.(*)








