BANDAR LAMPUNG Jelajah.co – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) memperluas jejaring kemitraan dengan dunia industri melalui kerja sama dengan PT Pegadaian. Kolaborasi tersebut mencakup pemanfaatan produk dan layanan Pegadaian, program pelatihan dan magang, serta penguatan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Sinergi Membangun Negeri Menuju Indonesia Emas di Ruang Rapat Rektor Lantai 8 Gedung Academic and Research Center UIN RIL, Kamis (4/6/2026).
MoU ditandatangani Rektor UIN RIL Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., bersama Deputy Bisnis Kantor Area PT Pegadaian Lampung, Lenny Fetresia Siregar.
Pada kesempatan yang sama, UIN RIL dan Pegadaian juga menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN RIL. Kerja sama tersebut berfokus pada Kuliah Praktik Lembaga Keuangan Non-Bank dan program Gadai Experience bersama Pegadaian.
Penandatanganan dilakukan Dekan FEBI Prof. Dr. H. A. Kumedi Ja’far, M.Ag., serta Kepala UPT Pusat Pengembangan Kewirausahaan dan Karier UIN RIL, Dr. Tin Amalia, M.Si.
Rektor UIN RIL, Prof. Wan Jamaluddin, mengapresiasi PT Pegadaian Area Lampung yang membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi.
“Semoga ini tidak hanya menjadi seremoni penandatanganan, tetapi juga dapat ditindaklanjuti melalui berbagai kolaborasi, seperti penyediaan sarana magang bagi mahasiswa serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Rektor, kerja sama dengan dunia industri menjadi penting untuk memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pembelajaran secara akademik, tetapi juga pengalaman praktis yang relevan.
Sementara itu, Lenny Fetresia Siregar mengatakan kerja sama dengan UIN RIL turut mendukung upaya meningkatkan literasi keuangan di kalangan mahasiswa. Program tersebut, kata dia, sejalan dengan berbagai upaya edukasi keuangan yang dilakukan Pegadaian bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami ingin menjalin kerja sama dengan kampus untuk mengedukasi mahasiswa agar lebih cerdas dalam berinvestasi di masa mendatang dan tidak terjerat aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal,” katanya.
Selain edukasi keuangan, Pegadaian juga menawarkan kesempatan bagi mahasiswa UIN RIL untuk mengikuti program magang. Menurut Lenny, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.
“Mahasiswa yang mengikuti program magang tentu memiliki kesempatan memperoleh pengalaman dan keterampilan yang relevan. Bahkan ketika ada proses rekrutmen, pengalaman magang menjadi nilai tambah karena mereka sudah memahami dunia kerja dan mengenal produk serta layanan Pegadaian,” jelasnya.
Lenny berharap kolaborasi tersebut dapat diperluas ke fakultas-fakultas lain di lingkungan UIN RIL. Pegadaian juga membuka peluang penyelenggaraan kuliah umum sebagai bagian dari penguatan literasi dan pemahaman mahasiswa mengenai industri jasa keuangan.
Kerja sama ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi yang lebih luas antara UIN RIL dan Pegadaian, mulai dari pembelajaran berbasis praktik, pengembangan kompetensi mahasiswa, program magang, kewirausahaan, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Dengan demikian, kemitraan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi berkembang menjadi program nyata yang mempertemukan kampus, dunia kerja, dan kebutuhan masyarakat. (Rls)








