BANDAR LAMPUNG Jelajah.co – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mendorong mahasiswa memperluas wawasan akademik dan membuka peluang berkarier di tingkat internasional melalui Kuliah Umum Internasional bertajuk From Indonesia to Saudi Arabia: Scholarship, Research, and Global Exposure.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teater Lantai 2 Gedung Academic & Research Center UIN RIL, Kamis (4/6/2026), tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai peluang beasiswa, penelitian, hingga pengalaman akademik di luar negeri.
Tiga narasumber yang merupakan alumni dan kandidat doktor dari King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM), Arab Saudi, hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka yakni Nur Aliif Fathurrahman, S.Si., M.Si., peneliti LEMIGAS sekaligus Co-Founder The Bioenergy Arabia; Listya Eka Anggraini, S.Si., M.Si., Kandidat Ph.D. KFUPM sekaligus Co-Founder The Bioenergy Arabia; serta Dr. Okky Fajar Tri Maryana, S.Si., M.Si., dosen Program Studi Fisika Institut Teknologi Sumatera (Itera).
Rektor UIN RIL Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., menyebut kegiatan tersebut sebagai ruang inspirasi bagi sivitas akademika untuk melihat lebih jauh peluang pendidikan dan penelitian di tingkat global.
Menurutnya, tema yang diangkat sejalan dengan arah pengembangan UIN RIL yang terus memperluas jejaring internasional. Ia kembali menegaskan tiga pilar pengembangan kampus, yakni internasionalisasi, digitalisasi, dan kemandirian kampus.
“Global exposure saat ini bukan lagi sebuah kemewahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan,” ujar Wan Jamaluddin saat membuka kegiatan.
Ia menegaskan program internasionalisasi harus terus diperkuat dalam berbagai kondisi. Salah satunya melalui kegiatan akademik yang menghadirkan pengalaman dan perspektif dari lingkungan pendidikan serta riset internasional.
Menurut Rektor, transfer pengetahuan dan pengalaman dari para akademisi yang memiliki pengalaman studi di luar negeri dapat menjadi modal bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan global.
Dalam rangka memperkuat jejaring tersebut, kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FTK UIN RIL dan lembaga riset global The Bioenergy Arabia.
Wan Jamaluddin juga mendorong mahasiswa untuk tidak membatasi orientasi studi berdasarkan persepsi lama mengenai negara tujuan pendidikan.
Arab Saudi, kata dia, selama ini banyak dikenal sebagai tujuan studi ilmu-ilmu keislaman seperti hadis, tafsir, dan fikih. Namun, perkembangan riset di negara tersebut juga membuka peluang besar di bidang sains dan teknologi, khususnya petroleum dan mineral.
Melalui pemaparan para narasumber, mahasiswa diperkenalkan pada peluang penelitian di bidang perminyakan dan mineral yang memiliki prospek luas di tingkat internasional.
Karena itu, mahasiswa didorong mulai mempersiapkan diri dengan memperkuat kompetensi akademik, pengalaman penelitian, kemampuan bahasa, serta jejaring yang dapat menunjang karier di tingkat global.
“Seraplah ilmu yang disampaikan para narasumber. Semoga kegiatan ini menjadi sumber dan transfer keilmuan bagi seluruh peserta,” pesan Rektor.
Kegiatan tersebut diikuti para Wakil Dekan, dosen FTK, dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta mahasiswa dari kedua fakultas.
Diskusi berlangsung interaktif. Para mahasiswa memanfaatkan sesi tanya jawab untuk menggali lebih jauh pengalaman studi, peluang beasiswa, riset, dan persiapan menembus lingkungan akademik internasional.
Melalui kegiatan tersebut, UIN RIL berharap semangat internasionalisasi tidak hanya menjadi agenda kelembagaan, tetapi juga tumbuh menjadi mindset mahasiswa untuk berani belajar, meneliti, dan membangun jejaring hingga tingkat global. (Rls)








