• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Jumat, 6 November 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Kalteng

Umat Hindu Kaharingan Gelar Ritual Tiwah di Desa Tahawa, Enam Liau Diantarkan ke Lewu Tatau

Redaksi by Redaksi
13 September 2026
in Kalteng
A A
Oplus_16908288

Oplus_16908288

Share on FacebookShare on Twitter

PULANG PISAU, Jelajah.co — Umat Hindu Kaharingan menggelar Ritual Tiwah di Desa Tahawa, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Rangkaian upacara keagamaan tersebut berlangsung selama dua bulan, mulai 15 Juli hingga 15 September 2026, dengan tujuan mengantarkan enam Liau atau arwah menuju Lewu Tatau.

Berdasarkan daftar peserta Tiwah, satu Liau berasal dari Desa Tahawa, yakni almarhumah Marincen. Sementara lima lainnya berasal dari Pambarunan, masing-masing Atuk Dahiang, Nuri Bulli, Incil Atuk, Lia Lagun, dan Duris Nikel.

BACA JUGA

Camat Jenamas Apresiasi Bupati dan Wabup Barsel, Warga Sakit Ditangani Gratis Lewat Dinsos

5 November 2026

Camat Jenamas dan Dinsos Barsel Besuk Pasien Stroke Asal Tampulang di RS Jaraga Sasameh

5 November 2026

Pelaksanaan kegiatan dipimpin Ketua Panitia Ito Madae. Susunan kepanitiaan ditetapkan di Tahawa pada 21 Juni 2026 dan disahkan Ketua Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan (MK-AHK) Desa Tahawa, Rahul, bersama Sekretaris Relvina Panglaa, S.Ag.

Rangkaian persiapan dimulai dengan Baramu pertama pada 20 hingga 22 Juli 2026. Tahapan berikutnya dilakukan secara gotong royong, termasuk Manggau Hewan Korban pada 4 Agustus 2026 dan berkumpulnya Basir atau rohaniawan pada 2 September 2026.

Prosesi inti juga mencakup ritual menombak hewan kurban berupa kerbau yang dibagi dalam dua tahap atau Tabuh. Tabuh pertama diperuntukkan bagi almarhumah Marincen, sedangkan Tabuh kedua untuk lima Liau lainnya.

Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kabupaten Pulang Pisau, Berson, menegaskan Tiwah merupakan bagian dari ibadah keagamaan Hindu Kaharingan.

“Ritual Tiwah adalah bentuk ucapan syukur sekaligus tanggung jawab mutlak anak untuk mengantarkan orang tua atau leluhur yang telah meninggal menuju Lewu Tatau. Tanpa adanya rekomendasi dari Majelis, ritual ini tidak dapat dilaksanakan,” kata Berson.

Ia juga menyoroti keterlibatan anggota keluarga yang memeluk agama berbeda dalam membantu pelaksanaan kegiatan.

Menurut Berson, anggota keluarga beragama Kristen maupun Islam tetap dapat memberikan dukungan tenaga dan pembiayaan sebagai bentuk bakti kepada keluarga, sementara seluruh tata cara ritual tetap dilaksanakan berdasarkan pedoman dan ketentuan Agama Hindu Kaharingan.

Pelaksanaan Ritual Tiwah tersebut diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp400 juta hingga Rp500 juta.

Menurut keterangan panitia, seluruh pembiayaan saat ini berasal dari swadaya keluarga peserta Tiwah dan tidak menggunakan bantuan Pemerintah Daerah.

Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari pemerintah desa, Mantir Adat, Majelis Resort, serta pengamanan dari jajaran kepolisian setempat.

Rangkaian Ritual Tiwah di Desa Tahawa dijadwalkan berakhir pada 15 September 2026. (Rachmi Kumala)

Previous Post

Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Barsel 2023–2024 Naik ke Penyidikan

Next Post

113 Wartawan Bersama Gubernur Kalteng Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Tapis dan Piil Pesenggiri: Menjahit Masa Lalu untuk Masa Depan Lampung

11 Agustus 2025

Berkedok Wahana Anak, Gelper di Batam Diduga Jadi Arena Judi

13 Maret 2026

UIN RIL Nobatkan Duta Raden Intan 2026

2 Mei 2026

Mengenal Fathan Subchi, Dari Anggota DPR RI Hingga BPK RI

24 Februari 2025

Disdik Barito Selatan Luncurkan Link Aduan Pendidikan, Pengelolaan Dana BOS hingga PIP Jadi Sorotan

12 Oktober 2026

Satlantas Polres Murung Raya Bubarkan Aksi Balap Liar di Jalan 40 Hutan Pinus Puruk Cahu

1 Maret 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.