Bandar Lampung, Jelajah.co — Modus penipuan digital kian beragam dan semakin canggih. Salah satu yang belakangan marak terjadi adalah penyebaran file berformat .APK melalui pesan singkat, WhatsApp, maupun media sosial. Menyikapi hal tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Region 5 Bandar Lampung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak menjadi korban kejahatan siber.
File .APK merupakan format instalasi aplikasi pada perangkat Android. Namun dalam praktik penipuan, file ini kerap disamarkan seolah-olah sebagai dokumen resmi dan penting, seperti surat tilang elektronik, undangan pernikahan, tagihan pajak, hingga pengkinian data Dukcapil atau KTP.
Padahal, apabila file tersebut diunduh dan diinstal, pelaku berpotensi mengambil alih akses perangkat korban, mencuri data pribadi, hingga menguras saldo rekening dan aplikasi keuangan.
Beberapa contoh file mencurigakan yang kerap beredar di antaranya Pengkinian Data Dukcapil/KTP.apk, Surat Tilang Elektronik.apk, Surat Tagihan Pajak/SPT.apk, Undangan Pernikahan.apk, Surat Taspen.apk, hingga tautan .APK yang disamarkan menyerupai voice note atau file PDF.
Regional CEO BRI Region 5 Bandar Lampung, Andreas Chandra Santoso, menegaskan bahwa institusi resmi, termasuk perbankan dan instansi pemerintah, tidak pernah mengirimkan file berformat .APK melalui pesan pribadi.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dan nasabah diimbau untuk mengaktifkan fitur Two-Factor Authentication (2FA) pada aplikasi keuangan, tidak mengklik, mengunduh, atau menginstal aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya, serta tidak membagikan atau meneruskan pesan maupun file yang mencurigakan. Nomor pengirim yang terindikasi penipuan juga disarankan segera diblokir dan dilaporkan.
Andreas menambahkan, kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menghadapi kejahatan digital yang terus berkembang. Apabila masyarakat terlanjur mengunduh atau memasang file .APK mencurigakan, langkah yang harus segera dilakukan adalah mematikan koneksi data seluler dan Wi-Fi, menghapus aplikasi yang baru terpasang, mengganti username, PIN, dan password BRImo serta email pribadi, kemudian melakukan reset setelan pabrik pada ponsel.
“Jika terdapat aktivitas transaksi yang mencurigakan, segera hubungi Contact BRI di 1500017,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa BRI Region 5 Bandar Lampung terus berkomitmen meningkatkan literasi digital dan keamanan transaksi nasabah melalui berbagai kanal edukasi. Masyarakat diharapkan tidak mudah panik atau tergiur pesan yang mengatasnamakan institusi resmi.
“Jangan sembarangan mengunduh file .APK. Pastikan hanya menginstal aplikasi resmi melalui Play Store atau kanal resmi penyedia layanan. Dengan kewaspadaan dan langkah pencegahan yang tepat, keamanan data dan transaksi keuangan dapat tetap terjaga,” pungkas Andreas.








