Lampung Selatan, Jelajah.co — Rencana penyelenggaraan ajang Drag Race dan Drag Bike bertajuk Piala Bupati Lampung Selatan di kawasan Bundaran Tugu Putri, perbatasan Desa Sabah Balau dan Kecamatan Sukarame, menuai sorotan masyarakat.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 13–14 Juni 2026 itu dipertanyakan karena menggunakan jalan umum yang selama ini menjadi akses utama warga menuju Kota Bandar Lampung.
Kritik muncul setelah banner dan pamflet kegiatan beredar luas di media sosial. Dalam publikasi tersebut tercantum foto Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, sehingga memunculkan pertanyaan publik terkait izin dan kajian keselamatan kegiatan tersebut.
Warga menilai lokasi yang direncanakan sebagai lintasan balap bukan kawasan tertutup ataupun sirkuit permanen, melainkan jalur vital masyarakat dari Desa Waygalih dan Sabah Balau menuju Bandar Lampung.
Tokoh masyarakat Sabah Balau, A. Gunawan, menyayangkan jika kegiatan balap resmi dilaksanakan di jalan umum yang selama ini kerap menjadi titik balap liar.
“Selama bertahun-tahun aparat kepolisian, Babinsa, dan pemerintah desa berupaya menertibkan balap liar di kawasan Tugu Pengantin Sabah Balau. Karena itu masyarakat mempertanyakan mengapa sekarang justru muncul agenda balapan resmi di lokasi yang sama,” ujarnya, Jumat (29/05/2026).
Menurut Gunawan, penggunaan jalan umum untuk kegiatan balap berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan persepsi bahwa kawasan tersebut dapat dijadikan arena balap kendaraan.
“Ini jalan utama warga untuk bekerja, sekolah, dan aktivitas ekonomi. Jangan sampai kepentingan hiburan mengesampingkan keselamatan pengguna jalan,” katanya.
Warga juga menilai pemerintah daerah seharusnya lebih fokus menyediakan fasilitas sirkuit permanen bagi komunitas otomotif dibanding menggunakan jalan umum.
Selain soal keselamatan, masyarakat khawatir kegiatan tersebut dapat memicu munculnya kembali aktivitas balap liar di kawasan tersebut setelah acara berakhir.
“Kalau jalan umum dipakai untuk drag race, masyarakat bisa menilai lokasi itu memang cocok dijadikan arena balap. Ini yang dikhawatirkan warga,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara maupun Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terkait izin kegiatan, rekayasa lalu lintas, serta sistem pengamanan yang akan diterapkan selama pelaksanaan acara.
Warga berharap seluruh aspek keselamatan, dampak lalu lintas, serta kenyamanan masyarakat menjadi pertimbangan utama sebelum kegiatan dilaksanakan. (Red)








