JAKARTA, Jelajah.co – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatatkan kontribusi kepada negara sebesar Rp19,1 triliun pada triwulan pertama 2026. Nilai tersebut terdiri atas setoran pajak sebesar Rp8,1 triliun dan dividen tahun berjalan senilai Rp11 triliun.
Kontribusi tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Pajak Nasional yang diperingati setiap 14 Juli. BRI menyebut capaian tersebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung penerimaan negara dan pembangunan nasional.
Berdasarkan data perusahaan, kontribusi BRI kepada negara dalam tiga tahun terakhir juga menunjukkan tren yang tetap tinggi. Pada 2023, total setoran mencapai Rp50,5 triliun yang terdiri atas pajak Rp27,3 triliun dan dividen Rp23,2 triliun. Sementara pada 2024 meningkat menjadi Rp57,6 triliun dengan rincian pajak Rp31,9 triliun dan dividen Rp25,7 triliun.
Selanjutnya, pada 2025, BRI kembali menyetor Rp55,8 triliun kepada negara, terdiri atas pajak sebesar Rp28,1 triliun dan dividen Rp27,7 triliun.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan pembayaran pajak merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan sekaligus bentuk dukungan terhadap pembangunan nasional.
“Kami percaya bahwa kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan, tetapi juga bagian dari kontribusi langsung bagi kemajuan bangsa,” ujar Hery dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, kontribusi tersebut juga mencerminkan peran strategis BRI dalam mendukung struktur fiskal nasional dan penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Kinerja keuangan BRI turut menjadi penopang besarnya kontribusi kepada negara. Hingga Kuartal I 2026, BRI Group membukukan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun. Total aset tercatat mencapai Rp2.250 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan.
Di sisi intermediasi, kredit dan pembiayaan meningkat 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) juga meningkat menjadi Rp1.058,6 triliun atau 68,07 persen dari total DPK.
BRI menyatakan akan terus memperkuat kontribusinya terhadap penerimaan negara melalui pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan peningkatan kinerja perusahaan. (Red)








