BANDAR LAMPUNG, Jelajah.co – Akreditasi jurnal ilmiah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung kembali menunjukkan tren positif. Sejumlah jurnal berhasil meningkatkan peringkat dalam Reakreditasi Jurnal Ilmiah Periode 2 Tahun 2025.
Hasil tersebut tertuang dalam Pemberitahuan Hasil Reakreditasi yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Selasa (03/02/2026).
Penetapan ini mengacu pada Surat Keputusan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Nomor 295/C/C3/KPT/2026 tertanggal 2 Januari 2026 tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode 2 Tahun 2025.
Dalam hasil tersebut, terdapat empat jurnal UIN Raden Intan Lampung yang berhasil melalui proses reakreditasi. Dua di antaranya naik ke peringkat SINTA 1, yakni International Journal of Electronics and Communications Systems (IJECS) dan Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika, yang sebelumnya berada di peringkat 2.
Sementara itu, AS-SIYASI: Journal of Constitutional Law tetap bertahan di peringkat SINTA 2. Sedangkan Anfusina: Journal of Psychology berhasil naik dari peringkat 4 ke peringkat 3 atau SINTA 3.
Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai peningkatan akreditasi ini menjadi bukti konsistensi dan kerja keras para pengelola jurnal.
Ia juga mendorong agar jurnal-jurnal di lingkungan kampus terus meningkatkan kualitas pengelolaan dan substansi artikel, serta menargetkan pengakuan di tingkat internasional.
Sementara itu, Kepala Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah (PHPPI) UIN RIL, Dr. Antomi Saregar, M.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa saat ini UIN Raden Intan Lampung memiliki 38 jurnal terakreditasi SINTA.
Rinciannya, empat jurnal terakreditasi SINTA 1, sembilan jurnal SINTA 2, sembilan jurnal SINTA 3, delapan jurnal SINTA 4, dan delapan jurnal SINTA 5.
Selain itu, satu jurnal telah terindeks Scopus, 22 jurnal terindeks DOAJ, serta 35 jurnal terindeks Moraref.
“Setiap tahun pengelola jurnal secara rutin melakukan upgrade skill tata kelola, mulai dari manajemen editorial, kualitas artikel, hingga pemenuhan standar indeksasi internasional,” ujarnya (03/02/26).
Ia menambahkan, saat ini sejumlah jurnal lainnya masih menunggu hasil penilaian akreditasi pada periode berikutnya, sembari terus mempersiapkan diri untuk proses akreditasi mendatang. (Red)








