BANDAR LAMPUNG Jelajah.co – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menargetkan sedikitnya 10 tim peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) memperoleh pendanaan Program Riset Indonesia Bangkit Ministry of Religious Affairs – The Awakened Indonesia Research Funds (MoRA The AIR Funds) pada 2026.
Target tersebut disampaikan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kemenag RI, Dr. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag., dalam sosialisasi Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit di UIN RIL, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Pusat Penelitian LP2M UIN RIL itu berlangsung di Ruang Teater Lantai 2 Gedung Academic and Research Center. Sosialisasi diikuti jajaran pimpinan universitas, guru besar, dosen, serta perwakilan dari UIN Metro dan UIN Raden Fatah Palembang.
Ruchman mengatakan target tersebut merupakan peningkatan signifikan dari capaian UIN RIL pada 2025. Tahun lalu, lima kelompok penelitian dosen UIN RIL berhasil memperoleh pendanaan dengan total bantuan sekitar Rp2,8 miliar.
“Jangan hanya lima tim. Tahun depan harus meningkat. Targetnya setidaknya 10 tim. Karena dampaknya bukan hanya soal dana yang diterima, tetapi bagaimana menghasilkan karya-karya besar yang menjadikan kampus semakin kredibel,” ujar Ruchman.
Menurutnya, pendanaan riset tidak boleh hanya dipandang sebagai bantuan anggaran. Program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi keagamaan dalam menghasilkan karya ilmiah, inovasi, hak kekayaan intelektual, serta model pengembangan masyarakat yang berdampak luas.
Ruchman menegaskan keberhasilan sebuah hibah penelitian tidak semata-mata diukur dari besarnya dana yang diperoleh. Lebih penting, kata dia, adalah kualitas luaran penelitian yang mampu meningkatkan rekognisi dan reputasi perguruan tinggi hingga tingkat internasional.
Karena itu, ia mendorong dosen UIN RIL memperluas kolaborasi penelitian dengan perguruan tinggi dan lembaga riset di luar negeri.
“Kerja sama riset harus terus diperluas. Kita harus mulai berani menembus kolaborasi dengan negara-negara seperti Rusia dan Jerman. Gagasan-gagasan penting yang kita miliki perlu dibawa ke tingkat global,” katanya.
Tekankan Integritas Penelitian
Selain meningkatkan kuantitas penerima pendanaan, Ruchman mengingatkan pentingnya integritas dalam seluruh proses penelitian.
Ia menyebut terdapat empat prinsip yang harus dijaga peneliti, yang disebutnya sebagai “empat kesucian”, yakni kesucian intelektual dengan menjaga orisinalitas dan menghindari plagiarisme, kesucian finansial dalam pengelolaan dana, kesucian biologis, serta kesucian ideologis dengan tetap berpegang pada Pancasila dan UUD 1945.
Ruchman juga menyoroti masih adanya dosen yang belum aktif mengikuti program pendanaan penelitian. Menurutnya, kondisi tersebut perlu diatasi melalui penguatan kapasitas peneliti, termasuk pelatihan penyusunan proposal dan pengelolaan anggaran penelitian.
Penguatan kapasitas, kata dia, tidak harus hanya melibatkan reviewer dari lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), tetapi juga dapat menggandeng peneliti dari perguruan tinggi umum dan institusi luar negeri yang memiliki pengalaman dalam mengelola riset berskala nasional maupun internasional.
Sementara itu, Rektor UIN RIL Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D. mengapresiasi dukungan Kemenag melalui program pendanaan riset tersebut.
Ia mengatakan penelitian merupakan salah satu pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi karena tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menghasilkan solusi terhadap berbagai persoalan sosial, keagamaan, ekonomi, lingkungan, dan kemanusiaan.
“Penelitian merupakan salah satu pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui penelitian, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Prof. Wan.
Ia berharap sosialisasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman dosen mengenai arah kebijakan riset Kemenag 2026, sekaligus memperkuat kemampuan dalam menyusun proposal penelitian yang kompetitif dan menghasilkan riset dengan kebaruan serta dampak nyata.
“Kami berharap jumlah proposal yang berhasil memperoleh pendanaan Riset Indonesia Bangkit tahun 2026 dapat terus meningkat sehingga mampu memperkuat budaya riset, menghasilkan inovasi yang bermanfaat, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” katanya.
Lima Penerima 2025 Jadi Modal
Ketua Tim Kerja Investasi, Kerja Sama, dan Riset Puspenma Kemenag RI, Hendro Dwi Antoro, mengatakan capaian lima tim peneliti UIN RIL yang memperoleh pendanaan pada 2025 merupakan salah satu capaian terbesar di wilayah Sumatera.
Ia berharap capaian tersebut menjadi modal untuk meningkatkan jumlah dan kualitas proposal pada tahun ini.
Hendro juga menjelaskan tahapan Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit, mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, seleksi substansi, reviu anggaran dan luaran, hingga penetapan penerima pendanaan.
Ia mengingatkan pendaftaran program pendanaan riset Kemenag 2026 akan ditutup pada 24 Juni 2026 pukul 17.00 WIB.
Melalui program tersebut, Kemenag menargetkan semakin banyak dosen mampu menghasilkan proposal penelitian berkualitas, memperluas kolaborasi riset, meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah, serta melahirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional. (Rls)








