• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Rabu, 9 September 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Kalteng

Petani Tradisional di Barito Timur Hadapi Kenaikan Harga Pupuk, JPIC Dorong Pemanfaatan Pupuk Organik

Redaksi by Redaksi
19 Juli 2026
in Kalteng
A A
Share on FacebookShare on Twitter

BARITO TIMUR, Jelajah.co – Petani tradisional di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha pertanian. Selain kenaikan harga pupuk dan keterbatasan pasokan, meningkatnya biaya operasional akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut memengaruhi produktivitas petani.

Di sisi lain, petani juga dituntut mematuhi ketentuan larangan membuka lahan dengan cara membakar, sehingga diperlukan alternatif budidaya yang lebih ramah lingkungan dan tetap mampu menjaga produktivitas pertanian.

Menanggapi kondisi tersebut, Komunitas Pendampingan Justice, Peace and Integrity of Creation (JPIC) Kabupaten Barito Timur menggelar kegiatan pendampingan bagi petani tradisional pada Minggu (12/7/2026).

BACA JUGA

Bupati Barito Timur Resmikan Resort Definitif GKE Tamiang Layang Timur dan Buka Sinode I

7 September 2026

Wabup Khristianto Yudha Tegaskan Penegakan Disiplin ASN di Pemkab Barsel

7 September 2026

Koordinator Komunitas Pendampingan JPIC, Ditawati, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan solusi kepada petani melalui pemanfaatan pupuk organik, salah satunya dengan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Eco Enzyme yang telah diterapkan di Desa Bamban.

“Komunitas Pendampingan JPIC hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib petani tradisional. Kami berharap konsep yang kami tawarkan dapat menjadi salah satu solusi dalam menghadapi kondisi yang saat ini dirasakan para petani,” ujar Ditawati.

Selain memperkenalkan POC Eco Enzyme, pihaknya juga mengajak petani memanfaatkan pupuk organik untuk budidaya tanaman pangan dan hortikultura, seperti padi serta sayuran.

“Kami juga mengajak para petani untuk menggunakan pupuk organik pada tanaman padi maupun sayur-sayuran,” katanya.

Ditawati menjelaskan, program pendampingan JPIC saat ini telah menjangkau sejumlah desa di Kabupaten Barito Timur, di antaranya Desa Bentot, Pianggu, Janah Jari, Matarah, Didi, Gumpa, Tangkan, dan Bamban.

Sementara itu, Ketua Komunitas Desa Bamban menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan JPIC kepada para petani.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Koordinator Komunitas Pendampingan JPIC Kabupaten Barito Timur atas pendampingan yang telah diberikan kepada petani,” ujarnya.

Melalui program tersebut, JPIC Kalimantan berupaya mendorong terwujudnya kedaulatan pangan lokal dengan memanfaatkan potensi sumber daya di sekitar masyarakat serta mengembangkan praktik pertanian yang berkelanjutan sesuai kearifan lokal masyarakat Dayak. (Ditawati)

Previous Post

Rakerda Pemuda Katolik Jawa Barat 2026: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Jawa Barat yang Harmonis dan Maju

Next Post

FKWKP Minta Presiden Prabowo Ambil Langkah Tegas Atasi Antrean BBM Bersubsidi

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Pemkab Barsel Pastikan Gaji PPPK Tetap Aman Ditengah Efisiensi

11 Agustus 2026

213 Pejabat Pemkab Barsel Dilantik, 111 Promosi dan 55 Mutasi

12 Agustus 2026

Haru! Nenek 91 Tahun Hadiri Upacara 17 Agustus 2026, Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Barsel

17 Agustus 2026

Polemik Tambang Emas Way Kanan, Andi Surya Siap Fasilitasi Tambang Rakyat Dilegalkan: WPR Jadi Kunci

18 Agustus 2026

Wabup Khristianto Yudha Tegaskan Penegakan Disiplin ASN di Pemkab Barsel

7 September 2026

Wabup Barsel Resmikan Resort GKE Kamatang Pamelum Buntok

29 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.