LAMPUNG, Jelajah.co – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar kembali menjadi perhatian. Kondisi tersebut dilaporkan terjadi di sejumlah daerah dan dinilai berdampak terhadap aktivitas masyarakat serta distribusi barang.
Menanggapi situasi tersebut, Ketua Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Pringsewu (FKWKP), Bambang Hartono, C.B.J., E.B.J., meminta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan perhatian serius terhadap persoalan distribusi BBM bersubsidi.
“Kami memohon kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi yang saat ini dirasakan masyarakat. Persoalan distribusi BBM bersubsidi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” ujar Bambang, Minggu (19/07/1990).
Ia berharap pemerintah pusat segera menginstruksikan kementerian terkait, PT Pertamina, serta instansi berwenang untuk memastikan pasokan BBM bersubsidi tetap tersedia, distribusi berjalan lancar, tepat sasaran, dan pengawasan di lapangan diperkuat.
Menurut Bambang, antrean panjang di SPBU tidak hanya menyebabkan masyarakat harus menunggu lebih lama untuk memperoleh BBM, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas para sopir angkutan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, nelayan, hingga pekerja yang bergantung pada ketersediaan BBM bersubsidi.
Ia menilai apabila kondisi tersebut terus berlanjut, dampaknya dapat meluas terhadap kelancaran distribusi barang dan aktivitas perekonomian masyarakat.
FKWKP juga mendorong pemerintah melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi BBM bersubsidi, memastikan ketersediaan stok di lapangan, serta mengambil tindakan tegas apabila ditemukan penyimpangan dalam penyaluran.
Melalui pernyataan tersebut, FKWKP berharap pemerintah pusat dapat memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar persoalan antrean BBM bersubsidi segera teratasi sehingga masyarakat memperoleh kepastian akses terhadap energi sesuai peruntukannya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari PT Pertamina maupun instansi pemerintah terkait mengenai penyebab antrean BBM di daerah-daerah yang dimaksud serta langkah penanganan yang sedang dilakukan. Jelajah.co membuka ruang bagi pihak terkait untuk memberikan penjelasan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan. (Red)








