Tanggamus, Jelajah.co – Suasana di Tanggamus memanas. Mareski, aktivis sekaligus Ketua gerakan Rakyat Menggugat, tak lagi mampu menahan amarah terhadap kondisi birokrasi di daerahnya. Bersama mahasiswa asal Tanggamus, ia menyuarakan kekecewaan mendalam atas kebijakan pemerintah daerah yang dinilai mempertahankan birokrat bermasalah.
Dalam diskusi bersama Jelajah.co dan beberapa rekannya, Mareski mengungkapkan keresahannya terhadap arah pemerintahan Tanggamus saat ini.
“Kami mendukung kepemimpinan baru, tapi apakah bupati yang sekarang punya nyali untuk membersihkan birokrasi busuk? Sekda yang baru dilantik ini justru bagian dari masalah besar di Tanggamus. Dia memiliki rekam jejak buruk, terutama dalam pengelolaan keuangan daerah saat masih di BPKAD. Kami tidak akan tinggal diam,” tegasnya, Rabu (26/02/25).
Gerakan ini bukan sekadar kritik biasa. Mereka menuding Sekda saat ini sebagai biang kerok dari berbagai persoalan keuangan yang berantakan.
“Jika manajemen baru ingin maju, buang birokrat kotor! Jangan biarkan luka lama semakin membusuk,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Mareski juga menyoroti jejak buruk yang ditinggalkan oleh Pj Bupati sebelumnya. Salah satunya adalah proyek Tugu Sukarno yang hampir rubuh, dengan ambrolnya TPT (Tanggul Penahan Tanah) dan RPH (Ruang Terbuka Hijau) Taman Ir. Sukarno, Kota Agung—proyek yang diduga dikerjakan oleh orang kepercayaannya.
“Bukan hanya itu, hampir semua kegiatan di dinas-dinas besar dikendalikan oleh kelompok yang sama. Ini harus diungkap! APH (Aparat Penegak Hukum) harus turun tangan menyelidiki ini,” desaknya.
Gerakan Rakyat Menggugat tidak hanya berhenti pada kritik. Dalam waktu dekat, mereka berencana menyambangi kantor APH dan Pemkab Tanggamus untuk membuka poin-poin anggaran yang diduga bobrok, terutama terkait mantan Kepala BPKAD yang kini menjabat sebagai Sekda.
“Kami akan membongkar semuanya! Jangan ada yang coba-coba menutup-nutupi borok ini,” tegas Mareski.
Dengan semangat perlawanan, Rakyat Menggugat berjanji akan terus melakukan gerakan, diskusi tanpa batas, dan pemantauan ketat terhadap jalannya pemerintahan. Mereka tidak akan tinggal diam melihat tanah kelahiran mereka dirusak oleh kepentingan segelintir elit.
“Kami ingin kemajuan, bukan melanjutkan kebobrokan yang ditinggalkan pejabat lama!” pekik Mareski dengan lantang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemkab Tanggamus belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan yang disampaikan oleh Mareski dan gerakan Rakyat Menggugat. Jelajah.co akan terus mengawal perkembangan investigasi ini. (Red)








