Lampung Selatan — Sekitar 100 personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Lampung melaksanakan aksi bersih-bersih aliran Sungai Mesuji Sekampung di wilayah Hajimena, Kecamatan Natar, Jumat (13/02/2026) pagi. Kegiatan bertajuk Bharapelita Bakti Sosial tersebut melibatkan tokoh adat, masyarakat setempat, serta 30 kader Desa Tangguh Bencana (Destana) dari Desa Hajimena dan Rejosari.
Aksi pembersihan sungai dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Komandan Batalyon A Pelopor, Budi Setiarso, didampingi Kanit Intel Batalyon A Pelopor Aipda Nawawi. Turut hadir tokoh masyarakat Hajimena, Urianto Mislimin dan Krissusanto.
Sejak pagi hari, personel Brimob bersama warga menyusuri bantaran sungai untuk mengangkat endapan lumpur, ranting pohon, serta sampah rumah tangga yang menyumbat aliran air. Material hasil pembersihan kemudian dimuat ke kendaraan pengangkut untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir. Pembersihan difokuskan pada titik-titik sedimentasi dan penumpukan sampah yang berpotensi menghambat aliran sungai.
Budi Setiarso mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan kepedulian lingkungan yang secara rutin dilakukan jajaran Batalyon A Pelopor. Kegiatan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait penguatan budaya kebersihan dan program “Jumat Bersih”.
“Kegiatan ini adalah wujud kepedulian kami terhadap kondisi lingkungan, khususnya aliran sungai yang rawan tersumbat sampah dan sedimentasi. Kami ingin memastikan sungai tetap berfungsi normal agar masyarakat tidak terdampak banjir saat musim hujan,” ujarnya di sela kegiatan, Jumat (13/02/2026).
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan tokoh adat, kader Destana, dan masyarakat menjadi kekuatan utama. Semangat gotong royong inilah yang harus terus dijaga,” katanya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Hajimena, Urianto Mislimin, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak langsung bagi warga. Menurutnya, kehadiran Brimob di tengah masyarakat tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga mendorong perubahan perilaku.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Brimob. Ini bukan hanya membersihkan sungai, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Normalisasi aliran Sungai Mesuji Sekampung dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir, terutama saat curah hujan meningkat. Keterlibatan kader Destana yang berada di bawah pembinaan BPBD Lampung Selatan menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat.
Kegiatan berlangsung hingga siang hari dan ditutup dengan imbauan kepada warga agar menjaga kebersihan sungai serta lingkungan sekitar. Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian program Bharapelita Bakti Sosial Sinergi Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Lampung yang menekankan kerja bersama aparat dan masyarakat dalam menjaga keamanan sekaligus kelestarian lingkungan. (Red)








