• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Jumat, 22 Mei 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Sudut Pandang

Demokrasi Indonesia di Ujung Tanduk: Saatnya Reformasi Total

Redaksi by Redaksi
30 Agustus 2025
in Sudut Pandang
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Lampung Democracy Studies (LDS) menilai situasi sosial-politik dan ekonomi Indonesia belakangan ini berada pada titik yang kian mengkhawatirkan. Akumulasi kekecewaan publik terhadap pemerintah dan elite politik semakin menumpuk. Jika tidak segera diatasi dengan langkah konkret, jurang ketidakpercayaan rakyat terhadap demokrasi akan semakin dalam.

Pertama, agenda reformasi yang dicita-citakan sejak 1998 nyata-nyata gagal diwujudkan. Sejumlah regulasi seperti UU Cipta Kerja, RKUHP, RUU TNI, hingga RKUHAP disusun tanpa partisipasi publik yang bermakna. Proses legislasi berlangsung elitis, jauh dari semangat demokrasi partisipatoris.

Kedua, kondisi ekonomi rakyat kian terhimpit. Pajak yang membebani, harga kebutuhan pokok yang melambung, serta minimnya lapangan kerja memperburuk kualitas hidup masyarakat. Ironisnya, pejabat publik justru mempertontonkan gaya hidup mewah, kenaikan tunjangan DPR, dan maraknya praktik korupsi yang mempertebal rasa ketidakadilan sosial.

BACA JUGA

Oplus_16908288

Dari Kursi Kekuasan ke Kursi Pesakitan

29 April 2026
Cut habibi (Sekretaris DPD AWPI Provinsi Lampung)

Tragedi Kecelakaan Kereta Bekasi, Usulan Gerbong Dipindah, Masalah Tetap Tinggal

29 April 2026

Ketiga, komunikasi politik pejabat publik menunjukkan ketidakpekaan. Pernyataan sejumlah anggota DPR seperti Adies Karding maupun Ahmad Sahroni memperlihatkan sikap abai terhadap jeritan rakyat. Lebih buruk lagi, ketika aspirasi disampaikan secara damai, respons negara justru represif. Kasus meninggalnya Affan Kurniawan saat aksi demonstrasi adalah bukti nyata kegagalan negara melindungi hak-hak konstitusional warganya. Fakta ini sejalan dengan laporan Freedom House yang menegaskan adanya kemunduran serius dalam kualitas demokrasi Indonesia.

Berdasarkan kondisi tersebut, LDS menegaskan perlunya reformasi menyeluruh terhadap institusi kepolisian agar tidak lagi menjadi alat represi yang mengekang kebebasan sipil. Polri harus kembali pada mandatnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Selain itu, partai politik harus direformasi total. Partai tidak boleh lagi menjadi kartel kekuasaan yang hanya melayani elite, melainkan harus menjadi ruang artikulasi kepentingan rakyat secara nyata.

LDS percaya, demokrasi hanya dapat bertahan bila rakyat memiliki ruang yang adil untuk bersuara, dan negara hadir untuk mendengar serta melindungi mereka. Jika arah bangsa tetap seperti sekarang, yang kita hadapi bukan sekadar krisis politik, melainkan krisis kepercayaan yang berpotensi mengguncang fondasi demokrasi itu sendiri.

Direktur Lampung Democracy Studies
Dedy Indra Prayoga

Previous Post

BMBK Lampung Gerak Cepat Tangani Longsor yang Tutup Total Jalan R.E. Martadinata

Next Post

IKBL Gelar Lomba Mewarnai Ibu dan Anak Meriahkan Hari Anak dan HUT RI ke-80

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

Bakal Calon BPD Desa SumberJaya Tolak Daftar Pemilih Usulan Kadus

8 Mei 2026

Karang Taruna Way Urang Akan Audit PBG dan Andalalin Pelaku Usaha Nakal

9 Mei 2026

Peliputan Pelantikan Sempat Dipersoalkan, Bupati Barito Utara Berikan Tanggapan

4 Mei 2026

Mengenal Fathan Subchi, Dari Anggota DPR RI Hingga BPK RI

24 Februari 2025
Oplus_16908288

Aktivis Soroti Polemik Kepengurusan dan Anggaran Pramuka Aceh

21 Mei 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.