BARITO TIMUR, Jelajah.co – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kalimantan Tengah, terus mendorong penguatan budaya literasi sekaligus peningkatan tata kelola kearsipan melalui kolaborasi dengan berbagai instansi.
Upaya tersebut diwujudkan dengan menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi bertajuk “Pengelolaan Perpustakaan Mini sebagai Sarana Meningkatkan Budaya Literasi di Lingkungan Organisasi” yang diselenggarakan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Barito Timur di Kantor Kejaksaan Negeri Barito Timur, Rabu (15/7/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DPK Kabupaten Barito Timur, Ari Panan P. Lelu, melalui Kepala Bidang Pengelolaan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Manuwu, hadir sebagai narasumber yang memaparkan pentingnya pengembangan budaya literasi di lingkungan organisasi.
Kegiatan yang dipimpin Ketua IAD Barito Timur, Ny. Suriani Rachmad, membahas berbagai tantangan dalam meningkatkan minat baca di era digital. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai peran perpustakaan mini sebagai sarana menumbuhkan budaya literasi di lingkungan kerja.
Selain itu, DPK Barito Timur memperkenalkan berbagai layanan perpustakaan, termasuk program silang layan koleksi buku yang dapat dimanfaatkan instansi pemerintah maupun organisasi untuk memperluas akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas.
Pada kesempatan tersebut, DPK juga memaparkan layanan teknis di bidang kearsipan kepada jajaran Kejaksaan Negeri Barito Timur. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa pengelolaan arsip masih menghadapi tantangan, terutama belum tersedianya tenaga arsiparis yang memiliki kompetensi khusus.
Sebagai solusi, DPK menawarkan fasilitasi bimbingan teknis pengelolaan arsip bagi pegawai Kejaksaan Negeri Barito Timur guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan arsip sesuai standar kearsipan.
Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Kejaksaan Negeri Barito Timur. Bahkan, Kejari berencana mengajukan surat resmi kepada DPK Kabupaten Barito Timur untuk memfasilitasi pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan arsip bagi pegawai di lingkungan kejaksaan.
Manuwu mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat tata kelola arsip, tidak hanya di lingkungan Kejaksaan Negeri Barito Timur, tetapi juga pada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal di Kabupaten Barito Timur.
“Arsip merupakan jantung administrasi yang sangat fundamental. Pengelolaan arsip yang baik akan mendukung akuntabilitas, meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus menjaga memori organisasi,” ujarnya.
DPK Kabupaten Barito Timur berharap sinergi penguatan budaya literasi dan peningkatan kapasitas pengelolaan arsip dapat mewujudkan organisasi yang gemar membaca, profesional, tertib administrasi, dan berkelanjutan. (Ditawati)







