BEKASI, Jelajah.co — Jagat media sosial dan grup WhatsApp warga digemparkan oleh video viral aksi tidak senonoh seorang tukang bakso keliling terhadap anak di bawah umur di wilayah Jatiasih, Kota Bekasi.
Kejadian memilukan ini langsung memicu gelombang kekhawatiran dan menjadi alarm keras bagi kewaspadaan seluruh orang tua.
Korban adalah seorang anak perempuan berusia 9 tahun berinisial QM. Ia tercatat sebagai warga Perum Wahana Blok Q10 No. 6, RT 014/RW 05, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.Peristiwa bermula saat QM hendak membeli bakso dan menghampiri pelaku yang mengendarai sepeda motor.
Bukannya melayani, pedagang bakso yang biasa berkeliling di wilayah Jatisari tersebut malah mengajak korban duduk di sebuah pos ronda. Di lokasi itulah pelaku melancarkan aksi pelecehan seksualnya.Pihak keluarga korban bergerak cepat dengan melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Bekasi Kota agar pelaku dapat segera ditangkap.
Respons Cepat Aparat dan Pemerintah Setempat merespons video viral tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatisari, Aiptu Anton Suharsono, S.H., langsung bergerak cepat melakukan cek Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengunjungi rumah korban untuk memastikan kebenaran informasi.
Aiptu Anton Suharsono, S.H. menegaskan pentingnya kerja sama warga dalam menjaga keamanan lingkungan.
”Kami meminta seluruh masyarakat untuk berperan serta aktif dalam menjaga lingkungan. Kita harus selalu waspada terhadap segala bentuk kejahatan yang mengintai di sekitar kita, terutama yang mengancam keselamatan anak-anak. Laporkan segera jika melihat hal yang mencurigakan,” ujar Aiptu Anton.
Senada dengan pihak kepolisian, Plt. Lurah Jatisari, Muhidin Asegap, menyatakan keprihatinan yang mendalam atas insiden yang mencoreng predikat Kota Bekasi.
”Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dini terhadap hal-hal yang mengarah pada tindakan kriminalitas. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi di lingkungan kita, terlebih Kota Bekasi berkomitmen penuh sebagai Kota Layak Anak. Perlindungan terhadap anak adalah tugas kita bersama,” tegas Muhidin.
Kasus ini kini sedang dalam penanganan intensif pihak kepolisian, sementara warga diimbau untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di luar rumah.








