• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Senin, 21 September 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Jakarta

Kuota Beasiswa BPI Anjlok, DPR RI Diminta Bertindak

Redaksi by Redaksi
12 Februari 2025
in Jakarta, Pemerintahan
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Jelajah.co – Kuota beasiswa Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) tahun 2024 anjlok drastis, dari 2.700 menjadi hanya sekitar 900 penerima. Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI pun turun tangan dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Aliansi Pejuang BPI di Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (12/02/25).

RDPU ini dipimpin oleh Anggota BAM DPR RI Harris Turino, didampingi Ellen Ester Pelealu. Dalam pertemuan tersebut, Aliansi Pejuang BPI mengungkapkan kekecewaannya atas berkurangnya kuota beasiswa yang sebelumnya berkisar antara 2.000 hingga 3.000 penerima.

Harris Turino menegaskan bahwa pihaknya akan menyampaikan aspirasi ini kepada Komisi X DPR RI, yang bermitra dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

BACA JUGA

Pelita Air Bagikan 100 Tiket Gratis MotoGP Lewat Program Lucky Seat Sambut MotoGP Mandalika 2026

20 September 2026

Rp1,28 Miliar Perjalanan Raperda DPRD Pringsewu Dipertanyakan, Sekwan Diminta Buka Dokumen

20 September 2026

“Kami akan meminta klarifikasi apakah memang ada pengurangan kuota atau ada kendala lain dalam proses seleksi. Rekan-rekan di Komisi X yang akan mengawal ini,” ujar Harris.

Lebih lanjut, Harris juga menyampaikan bahwa isu ini akan dibawa dalam rapat dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang menjadi mitra Komisi XI pada 19 Februari mendatang.

“Kami ingin memastikan bahwa beasiswa ini tetap menjadi prioritas, sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang menempatkan pendidikan sebagai nyawa bangsa,” tambah Anggota Komisi XI DPR RI itu.

Ketua Aliansi Pejuang BPI, Abu Nawas, menekankan pentingnya konsistensi pemerintah dalam menjaga kuota beasiswa.

“Sebagai generasi bangsa, kami berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak. Beasiswa ini sangat krusial bagi tenaga pendidik di seluruh Indonesia yang ingin meningkatkan kualitas dirinya. Kami berharap kuota yang telah disepakati DPR, yakni 2.700 penerima, dapat benar-benar direalisasikan pada 2025,” ujar Abu.

Sementara itu, data dari Kemendikbudristek menunjukkan bahwa sejak diluncurkan, program BPI telah membantu ribuan mahasiswa S2 dan S3 melanjutkan pendidikan mereka, baik di dalam maupun luar negeri. Namun, penurunan drastis pada 2024 menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan dan prioritas anggaran dalam mendukung pengembangan SDM unggul di Indonesia.

Dengan adanya RDPU ini, DPR RI diharapkan dapat mengawal dan memastikan agar alokasi beasiswa BPI kembali meningkat sesuai target yang telah disepakati. Pemerintah pun didorong untuk tidak hanya menambah kuota, tetapi juga meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam penyaluran beasiswa ke depan. (Kahfi)

Previous Post

FKWKP Buka Posko Pengaduan Penahanan Ijazah di Pringsewu

Next Post

Nurdin Halid: Efisiensi Anggaran Jangan Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Barsel Expo 19–25 September Didukung Pihak Ketiga, Slank Dijadwalkan Tampil

14 September 2026

Wabup Khristianto Yudha Tegaskan Penegakan Disiplin ASN di Pemkab Barsel

7 September 2026

CV Vabinendra Production Siapkan 30 Stand Gratis untuk UMKM di HUT ke-67 Barsel

14 September 2026

Wabup Barsel Resmikan Resort GKE Kamatang Pamelum Buntok

29 Agustus 2026

Gedung Tiga Lantai RSUD Jaraga Sasameh Ditarget Rampung 2027, Pemkab Barsel Temui Wamenkes

16 September 2026

Kejari Barsel Naikkan Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU 2023–2024 ke Penyidikan

14 September 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.