• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Minggu, 8 November 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Jakarta

Nurdin Halid: Efisiensi Anggaran Jangan Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Redaksi by Redaksi
12 Februari 2025
in Jakarta, Pemerintahan
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Jelajah.co – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran berdasarkan Instruksi Presiden RI Nomor 1 Tahun 2025 dan Surat Menteri Keuangan Nomor S-37/MK.02/2025 tidak boleh menghambat pertumbuhan sektor strategis. Ia menekankan perlunya solusi konkret agar efisiensi ini tidak berdampak negatif terhadap perekonomian nasional.

Menurutnya, efisiensi bukan sekadar penghematan, tetapi juga menjadi tolok ukur keberlanjutan program utama pemerintah.

“Langkah efisiensi anggaran ini diharapkan dapat menyesuaikan postur keuangan negara, namun juga jangan sampai mengorbankan sektor penting,” ujar Nurdin saat membuka Rapat Kerja dengan Menteri Koperasi RI Budi Arie Setiadi serta Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam) dan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (12/02/25).

BACA JUGA

Kalteng Sisihkan 34 Provinsi, Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026

8 November 2026

PRANTARA Indonesia Bersama ARSIP Tegaskan Dukungan kepada Presiden Prabowo, Desak Dugaan Penyadapan Diusut Tuntas

6 November 2026

Sejumlah pihak mengkhawatirkan kebijakan efisiensi anggaran yang mencakup berbagai sektor, terutama koperasi dan kawasan perdagangan bebas. Nurdin menilai pemangkasan anggaran ini bisa menurunkan daya saing sektor tersebut, yang saat ini menghadapi tantangan besar.

Berdasarkan laporan yang diterima Komisi VI DPR RI, efisiensi anggaran di Kementerian Koperasi (Kemenkop) mencapai Rp155,8 miliar dari pagu anggaran 2025 sebesar Rp473,3 miliar, menyisakan Rp317,4 miliar. BP Batam mengalami pemangkasan dari Rp1,99 triliun menjadi Rp1,24 triliun, sementara BPKS hanya memperoleh Rp26,09 miliar setelah efisiensi dari semula Rp53,49 miliar.

“Dengan pemotongan anggaran seperti ini, apa langkah konkret dari pemerintah untuk memastikan koperasi tetap bertahan? Apalagi, kawasan perdagangan bebas seharusnya menjadi daya tarik investasi. Kalau anggaran infrastrukturnya dipangkas, bagaimana kita bisa bersaing dengan negara lain?” tanyanya.

Menanggapi hal ini, Menteri Koperasi dan UKM RI serta pimpinan BP Batam dan BPKS menegaskan bahwa mereka akan mencari strategi agar pemotongan anggaran tidak menghambat program-program utama. Strategi tersebut mencakup optimalisasi sumber daya, peningkatan sinergi dengan sektor swasta, serta pemanfaatan teknologi guna memastikan program prioritas tetap berjalan.

Di sisi lain, Nurdin menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan efisiensi anggaran ini.

“Jika efisiensi ini benar-benar perlu dilakukan, maka harus ada strategi yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai ini hanya jadi alasan pemotongan tanpa solusi konkret,” pungkas Politisi Fraksi Partai Golkar itu. (Kahfi)

Previous Post

Kuota Beasiswa BPI Anjlok, DPR RI Diminta Bertindak

Next Post

E- Paper Jelajah, Edisi 13 Februari 2025

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Berkedok Wahana Anak, Gelper di Batam Diduga Jadi Arena Judi

13 Maret 2026

Mengenal Fathan Subchi, Dari Anggota DPR RI Hingga BPK RI

24 Februari 2025

Tapis dan Piil Pesenggiri: Menjahit Masa Lalu untuk Masa Depan Lampung

11 Agustus 2025

Disdik Barito Selatan Luncurkan Link Aduan Pendidikan, Pengelolaan Dana BOS hingga PIP Jadi Sorotan

12 Oktober 2026

UIN RIL Nobatkan Duta Raden Intan 2026

2 Mei 2026

Satlantas Polres Murung Raya Bubarkan Aksi Balap Liar di Jalan 40 Hutan Pinus Puruk Cahu

1 Maret 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.