Bandar Lampung, Jelajah.co – Rektor Wan Jamaluddin Z menyampaikan sejumlah arahan strategis dari Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, dalam pembukaan Rapat Kerja Pemantapan Program Kerja dan Anggaran Tahun 2026, Jumat (17/04/2026), di Lamban Raden Intan.
Dalam arahannya, Rektor menegaskan pentingnya implementasi program ekoteologi yang sejalan dengan target nasional menuju Indonesia bebas sampah pada 2029. Program ini juga berkaitan dengan kebijakan pengelolaan sampah berbasis daur ulang menjadi energi atau waste to energy sebagai respons terhadap krisis global.
Ia menilai, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung memiliki potensi besar untuk terlibat aktif melalui berbagai program studi, seperti Kimia, Biologi, dan Fisika.
“Program ini tidak hanya berhenti di lingkungan kampus, tetapi harus disebarluaskan ke masyarakat melalui mahasiswa dan lembaga pengabdian,” ujar Rektor.
Selain itu, penguatan identitas kampus sebagai the greenest campus juga terus didorong melalui berbagai program, seperti penanaman pohon dan pengelolaan lingkungan berbasis kampus hijau.
Rektor juga menyoroti pentingnya penguatan dana abadi berbasis wakaf. Ia mencontohkan keberhasilan penghimpunan wakaf tunai di perguruan tinggi lain yang mampu mencapai puluhan miliar rupiah dalam waktu relatif singkat.
Menurutnya, kampus memiliki peluang besar untuk berperan sebagai nazir, bahkan membentuk pusat layanan wakaf guna mendukung kemandirian keuangan institusi.
“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang, karena kebutuhan tenaga profesional di bidang amil dan nazir masih sangat tinggi,” jelasnya.
Di sisi lain, pengembangan program studi baru juga menjadi perhatian, terutama yang relevan dengan kebutuhan saat ini, seperti pengelolaan haji dan umrah yang dinilai masih kekurangan tenaga profesional.
Dalam bidang pendidikan, Rektor mengingatkan agar kampus turut merespons berbagai program pemerintah, seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Terpadu nasional. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan disebut memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan tersebut.
Ia menegaskan, seluruh arah kebijakan tersebut harus dikonsolidasikan dalam Raker 2026, terutama dalam penajaman program dan persiapan mempertahankan akreditasi unggul serta meraih akreditasi internasional dalam dua tahun ke depan.
“Kalau tidak dirumuskan sejak sekarang, kita akan tertinggal,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Rektor mengingatkan agar berbagai capaian yang telah diraih tidak membuat sivitas akademika lengah, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kelembagaan ke depan. (Red)








