BANDAR LAMPUNG, Jelajah.co – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Dosen dalam Penyusunan Instrumen Penilaian berbasis Outcome Based Education (OBE). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mempercepat implementasi kurikulum berbasis OBE di seluruh program studi.
Workshop dibuka Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Andi Thahir, M.A., Ed.D., pada Senin (4/5/2026). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguatan implementasi OBE merupakan langkah strategis untuk mendukung target akreditasi internasional yang tengah dipersiapkan UIN Raden Intan Lampung.
Menurutnya, pemahaman terhadap konsep OBE harus diwujudkan dalam praktik pembelajaran dan sistem penilaian yang terukur. Karena itu, peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga kemampuan menyusun blueprint asesmen, instrumen penilaian, hingga rubrik evaluasi yang sesuai dengan capaian pembelajaran lulusan.
Workshop diikuti 49 ketua program studi jenjang sarjana hingga doktor, sembilan Ketua Gugus Penjaminan Mutu (GPM), serta unsur Lembaga Penjaminan Mutu. Peserta diharapkan menjadi motor penggerak penerapan kurikulum OBE di masing-masing program studi.
Ketua LPM UIN Raden Intan Lampung, Bambang Irfani, Ph.D., mengatakan penyusunan instrumen penilaian menjadi tahapan penting dalam penyempurnaan implementasi kurikulum OBE yang mulai diterapkan kampus sejak 2023. Dokumen yang dihasilkan nantinya akan diintegrasikan ke dalam Sistem Informasi Akademik (Siaril) setelah melalui proses penyempurnaan dan validasi.
Workshop berlangsung selama empat hari, 4–7 Mei 2026, dalam dua angkatan. Dua hari pertama dilaksanakan secara luring di Gedung Academic and Research Center UIN Raden Intan Lampung, sedangkan dua hari berikutnya digelar secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto yang membahas berbagai materi, mulai dari konsep dasar Outcome Based Education, penyusunan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), pengembangan instrumen asesmen berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), hingga penyusunan rubrik penilaian dan evaluasi hasil belajar. Melalui workshop ini, UIN Raden Intan Lampung berharap kualitas pembelajaran dan kesiapan program studi menuju akreditasi internasional semakin meningkat. (Red)








