JAKARTA, Jelajah.co – Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang memadukan ilmu keislaman dengan sains, teknologi, dan inovasi. Melalui Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026, calon mahasiswa ditawarkan pendidikan berbasis integrasi ilmu yang disiapkan untuk menjawab tantangan global.
Ketua Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN, Prof. Abd. Aziz, mengatakan PTKIN saat ini telah bertransformasi menjadi perguruan tinggi modern yang tidak lagi hanya berfokus pada studi keagamaan, tetapi juga mengembangkan berbagai disiplin ilmu umum dalam satu ekosistem akademik.
Menurutnya, konsep Integrasi Ilmu menjadi ciri khas PTKIN, yakni menggabungkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan penguatan nilai-nilai moral serta keislaman. Melalui pendekatan tersebut, lulusan diharapkan memiliki kompetensi profesional sekaligus karakter yang kuat.
Panitia juga menilai kualitas PTKIN semakin mendapat pengakuan di tingkat internasional. Sejumlah perguruan tinggi keagamaan Islam negeri telah masuk dalam pemeringkatan dunia serta memperoleh akreditasi internasional, termasuk melalui skema AUN-QA dan FIBAA. Beberapa PTKIN juga telah menjalin program double degree dan kerja sama akademik dengan universitas di Eropa maupun Australia.
Dalam pelaksanaan UM-PTKIN 2026, proses seleksi dilakukan menggunakan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) yang dirancang untuk menjamin objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas. Panitia juga memastikan seluruh lokasi ujian di PTKIN penyelenggara telah disiapkan agar ramah bagi peserta penyandang disabilitas.
Selain kualitas akademik, PTKIN menawarkan biaya pendidikan yang relatif terjangkau serta berbagai program bantuan pendidikan, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), sehingga akses pendidikan tinggi semakin terbuka bagi masyarakat.
Bendahara Forum Pimpinan PTKIN, Prof. Martin Kustati, mengajak masyarakat untuk tidak lagi memandang PTKIN hanya sebagai kampus agama. Menurutnya, PTKIN kini telah melahirkan lulusan di berbagai bidang, mulai dari teknologi, kesehatan, ekonomi syariah, hingga sektor profesional lainnya, dengan tetap mengedepankan pembentukan karakter dan integritas.
Adapun UM-PTKIN 2026 dibuka bagi lulusan MA, MAK, SMA, SMK, Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS), Mu’adalah Muallimin, Mu’adalah Salafiyah, atau sederajat lulusan tahun 2024, 2025, dan 2026. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi um.ptkin.ac.id dengan jadwal pendaftaran berlangsung hingga 30 Mei 2026, pelaksanaan ujian 8–14 Juni 2026, dan pengumuman hasil seleksi pada 30 Juni 2026.
Red







