• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Sabtu, 29 Agustus 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Kalteng

Karhutla Kalteng 2026 Capai 7.634 Hektare, Barito Selatan Terluas Kedua

Redaksi by Redaksi
29 Agustus 2026
in Kalteng
A A
Share on FacebookShare on Twitter

BARITO SELATAN, Jelajah.co — Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah sepanjang 2026 tercatat mencapai 7.634,46 hektare, meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 4.803,99 hektare.

Berdasarkan data Karhutla Kalimantan Tengah 2026 yang diterima, terdapat kenaikan luas areal terbakar sebesar 2.830,47 hektare atau sekitar 58,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kabupaten Kotawaringin Timur tercatat memiliki areal terbakar terluas dengan 851,39 hektare, disusul Kabupaten Barito Selatan 846,08 hektare dan Kabupaten Sukamara 696,85 hektare.

BACA JUGA

Balai Adat “Isa Tunun Ganap Langgar” Diresmikan, Desa Tamparak Perkuat Pelestarian Budaya Dayak Maanyan

28 Agustus 2026

Remaja Diamankan Warga di Pamangka, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Lahan

28 Agustus 2026

Khusus Barito Selatan, luas karhutla meningkat dari 390,34 hektare pada 2025 menjadi 846,08 hektare pada 2026, atau bertambah 455,74 hektare.

Di tengah peningkatan tersebut, Polres Barito Selatan juga tengah menangani perkara dugaan pembakaran lahan yang melibatkan seorang anak berhadapan dengan hukum (ABH).

Dalam keterangan pers pada Kamis (27/8/2026), Kapolres Barito Selatan AKBP Jecson R. Hutapea didampingi Kasat Reskrim AKP Rahmad Tuah mengatakan anak tersebut diduga melakukan pembakaran di dua titik dengan luas keseluruhan sekitar enam hektare.

“Terduga telah melakukan pembakaran di dua titik. Dan ini mau membakar di titik ketiga. Namun setelah diteriaki masyarakat akhirnya perbuatan tersebut tidak terjadi,” kata Jecson.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu tas selempang berwarna hitam dan satu korek api gas berwarna biru.

Terkait proses hukumnya, kepolisian menyebut perkara tersebut ditangani berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berkaitan dengan pembakaran hutan dan lahan. Karena pihak yang berhadapan dengan hukum masih berstatus anak, penanganannya juga wajib mengikuti ketentuan sistem peradilan pidana anak.

Kapolres mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terlebih ketika kondisi kemarau meningkatkan risiko api menyebar.

“Kita melihat bagaimana petugas tim gabungan TNI-Polri, BPBD, Damkar dan MPA berupaya terus memadamkan api. Namun apabila ada oknum-oknum yang terus melakukan pembakaran tentunya ini tidak akan selesai. Dan tentunya ini sangat membahayakan,” tegasnya.

Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran melalui layanan kepolisian 110 atau petugas terdekat.

Peningkatan luas karhutla di Barito Selatan menjadi perhatian karena daerah tersebut kini berada di posisi kedua dengan areal terbakar terluas di Kalimantan Tengah berdasarkan data 2026 yang diteri. (Abeh)

Previous Post

Viral di Medsos, Dugaan Biaya ‘Gesek’ Rp10 – 20 Ribu di Samsat Cibinong Disorot Warganet

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Warga Muara Malungai Kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang, Sampaikan Protes Kondisi Jalan Rusak; PUPR Barsel Turunkan Alat Berat

8 Agustus 2026

Pemkab Barsel Pastikan Gaji PPPK Tetap Aman Ditengah Efisiensi

11 Agustus 2026

213 Pejabat Pemkab Barsel Dilantik, 111 Promosi dan 55 Mutasi

12 Agustus 2026

Haru! Nenek 91 Tahun Hadiri Upacara 17 Agustus 2026, Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Barsel

17 Agustus 2026

Polemik Tambang Emas Way Kanan, Andi Surya Siap Fasilitasi Tambang Rakyat Dilegalkan: WPR Jadi Kunci

18 Agustus 2026

Aktivis Lingkungan Tabalong Kecewa Kepada Dinas Lingkungan Hidup, Begini Persoalannya

15 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.