BARITO SELATAN, Jelajah.co — Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah sepanjang 2026 tercatat mencapai 7.634,46 hektare, meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 4.803,99 hektare.
Berdasarkan data Karhutla Kalimantan Tengah 2026 yang diterima, terdapat kenaikan luas areal terbakar sebesar 2.830,47 hektare atau sekitar 58,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Kotawaringin Timur tercatat memiliki areal terbakar terluas dengan 851,39 hektare, disusul Kabupaten Barito Selatan 846,08 hektare dan Kabupaten Sukamara 696,85 hektare.
Khusus Barito Selatan, luas karhutla meningkat dari 390,34 hektare pada 2025 menjadi 846,08 hektare pada 2026, atau bertambah 455,74 hektare.
Di tengah peningkatan tersebut, Polres Barito Selatan juga tengah menangani perkara dugaan pembakaran lahan yang melibatkan seorang anak berhadapan dengan hukum (ABH).
Dalam keterangan pers pada Kamis (27/8/2026), Kapolres Barito Selatan AKBP Jecson R. Hutapea didampingi Kasat Reskrim AKP Rahmad Tuah mengatakan anak tersebut diduga melakukan pembakaran di dua titik dengan luas keseluruhan sekitar enam hektare.
“Terduga telah melakukan pembakaran di dua titik. Dan ini mau membakar di titik ketiga. Namun setelah diteriaki masyarakat akhirnya perbuatan tersebut tidak terjadi,” kata Jecson.
Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu tas selempang berwarna hitam dan satu korek api gas berwarna biru.
Terkait proses hukumnya, kepolisian menyebut perkara tersebut ditangani berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berkaitan dengan pembakaran hutan dan lahan. Karena pihak yang berhadapan dengan hukum masih berstatus anak, penanganannya juga wajib mengikuti ketentuan sistem peradilan pidana anak.
Kapolres mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terlebih ketika kondisi kemarau meningkatkan risiko api menyebar.
“Kita melihat bagaimana petugas tim gabungan TNI-Polri, BPBD, Damkar dan MPA berupaya terus memadamkan api. Namun apabila ada oknum-oknum yang terus melakukan pembakaran tentunya ini tidak akan selesai. Dan tentunya ini sangat membahayakan,” tegasnya.
Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran melalui layanan kepolisian 110 atau petugas terdekat.
Peningkatan luas karhutla di Barito Selatan menjadi perhatian karena daerah tersebut kini berada di posisi kedua dengan areal terbakar terluas di Kalimantan Tengah berdasarkan data 2026 yang diteri. (Abeh)








