• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Jumat, 23 Oktober 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Jakarta

LBH Ansor Lampung Resmi Laporkan KIM ke Kemenaker RI

Redaksi by Redaksi
9 Juli 2025
in Jakarta, Lampung, Pemerintahan
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Jelajah.co – Di negeri yang menjunjung tinggi pendidikan sebagai tangga peradaban, ada lembar-lembar ijazah yang justru diperlakukan seperti barang gadai. Disimpan, disandera, dan dijadikan alat tekan terhadap mereka yang dulu berseragam kerja, kini hanya bisa berharap pada negara untuk turun tangan.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Lampung, Sarhani, akhirnya membawa persoalan ini ke pusat. Pada Rabu (9/7/2025), ia melayangkan aduan resmi ke Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker RI) terkait praktik penahanan ijazah oleh manajemen Karang Indah Mall (KIM) di Bandar Lampung. Bersama laporan itu, disertakan pula berkas-berkas pendukung dan kronologi yang merentang panjang, dari tahun ke tahun, dari satu mal ke mal lain.

“Kami minta Kemenaker turun langsung ke Lampung. Ini bukan lagi perkara internal perusahaan, ini soal pelanggaran hak dasar manusia yang dibiarkan terlalu lama,” ujar Sarhani dengan suara tegas, namun sorot mata yang menyimpan letih perjuangan.

BACA JUGA

Oplus_16908288

Tolak Keras Pesta Ghoib Halloween di Viper, Masyarakat Ancam Geruduk Lokasi Jika Pemkot Diam

23 Oktober 2026

Rp202 Miliar Anggaran PUPR Pesisir Barat Dipersoalkan, GASAK Siap Geruduk Kejagung-KPK

23 Oktober 2026

Menurut Sarhani, praktik penahanan ijazah ini bukan hal baru. Sudah terjadi sejak 2018, dimulai dari Mall Kartini, lalu berlanjut hingga KIM berdiri megah di jantung Kota Bandar Lampung. Berdasarkan data yang dihimpun dari Disnaker Provinsi Lampung, sedikitnya 90 mantan pekerja pernah mengalami penahanan ijazah oleh entitas yang sama.

Pihak KIM sebelumnya mengklaim telah mengembalikan 40 ijazah dan berjanji menyelesaikan sisanya. Namun janji tinggal janji, karena tak ada tenggat pasti, tak ada pula jaminan proses yang terbuka dan adil. Beberapa mantan pekerja bahkan mengaku diminta menandatangani surat pernyataan “tidak menuntut” bila ingin ijazah mereka kembali ke tangan.

Sarhani menilai praktik ini tak sekadar melanggar aturan ketenagakerjaan, melainkan juga mencerminkan feodalisme modern: sistem di mana pekerja dijerat secara halus dan sistematis, dijauhkan dari hak-hak dasar mereka, dan dijadikan pion dalam permainan kuasa.

“Kami tidak akan berhenti sampai negara benar-benar hadir. Kami menolak tunduk pada sistem yang menjadikan manusia hanya angka, dan ijazah hanya sebagai alat tekan,” pungkas Sarhani.

Hari ini, perjuangan itu dibawa ke pusat. Bukan untuk mencari sensasi, tapi untuk mengetuk pintu keadilan yang selama ini tertutup rapat di bawah hingar bingar lampu pusat perbelanjaan. (Red)

Previous Post

Dugaan Manipulasi Data, Calon Siswa Lulus Jalur Afirmasi di SMPN 2 Bandar Lampung Dipindahkan Sepihak ke SMPN 28

Next Post

DPR RI dan Kementerian ATR/BPN Sepakati Ukur Ulang Lahan PT SGC, Tiga LSM Lampung Apresiasi Langkah Tegas

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

PMI Asal Barito Selatan Dipulangkan dari Malaysia, BP3MI Ingatkan Warga Hindari Agen Ilegal

2 Oktober 2026

ASN Barsel Diminta Segera Pindah KTP, BKPSDM Ingatkan Batas Akhir Oktober

4 Oktober 2026

Dua Staf Bawaslu Mesuji Diamankan Polisi di Tubaba, PAJAN Desak Bawaslu Terbuka

2 Oktober 2026

Membanggakan! Siswi SMAN 1 Buntok Tembus Final Nasional AVIMSA, Wakili Kalteng ke Banjarmasin

24 September 2026

Pencarian Berakhir Duka, Rehan 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Gosong Iring Witu Buntok

1 Oktober 2026

Kejari Barsel Dalami Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Rp27 Miliar, Anggaran 2023-2024 Jadi Fokus

29 September 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.