• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Sabtu, 15 Agustus 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Papan Bunga Perlawanan Warnai Kunjungan Menteri ATR/BPN ke Lampung

Redaksi by Redaksi
29 Juli 2025
in Lampung, Pemerintahan
A A
Papan Bunga Perlawan Sambut Kedatangan Menteri ATR/BTN, Nusron Wahid

Papan Bunga Perlawan Sambut Kedatangan Menteri ATR/BTN, Nusron Wahid

Share on FacebookShare on Twitter

Bandar Lampung, Jelajah.co – Kedatangan Menteri ATR/BPN RI Nusron Wahid di Balai Keratun, Selasa (29/7/25), seakan menjadi panggung yang memisahkan dua dunia.

Di satu sisi, ada ruang berpendingin udara yang penuh rapat resmi bersama pejabat provinsi, kabupaten/kota, hingga organisasi formal. Di sisi lain, di halaman gedung pemerintahan, deretan papan bunga berdiri kaku seperti prajurit yang membawa pesan perlawanan.

Namun, papan bunga itu bukan sekadar hiasan. Setiap tulisan di atasnya adalah jeritan yang sudah terlalu lama ditahan: “Ukur Ulang Harga Mati! Jangan Tipu Tanah Kami! Tegakkan Keadilan! Segera Ukur Ulang HGU PT SGC!”

BACA JUGA

Oplus_16908288

Dua Bulan Berjalan, Kuasa Hukum Korban Dugaan Kekerasan Anak Minta Kapolresta Prioritaskan Perkara

14 Agustus 2026

Pasca Pembakaran Fasilitas PT BSA, Wahrul Fauzi Desak ATR/BPN Evaluasi HGU

13 Agustus 2026

Puluhan karangan bunga yang berjejer rapi itu layaknya batu nisan yang mengingatkan bahwa di atas tanah yang disengketakan, ada hak rakyat yang telah mati suri. Mereka bukan sekadar mengucap selamat datang, tapi menagih janji negara yang pernah diikrarkan di hadapan publik.

Rapat Dengar Pendapat dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDP/RDPU) di Senayan pada 15 Juli 2025 bukanlah seremonial kosong. Dari forum itulah terungkap fakta mencengangkan: empat perusahaan milik PT SGC memiliki HGU seluas 84.500 hektare, dan sebagian besar pengelolaannya sudah melewati batas. Angka itu bukan sekadar hitungan hektare di atas kertas, itu adalah simbol tanah yang dirampas, kehidupan yang dilucuti, dan hak rakyat yang dicabut selama puluhan tahun.

“Seperti air yang menahan aliran, kami sudah terlalu lama dibendung oleh janji-janji. Kini kami menuntut air itu dilepas. Ukur ulang harus dilakukan, dan harus transparan!” ujar Indra Mustain, aktivis dari aliansi DPP AKAR Lampung, PEMATANK, dan KERAMAT.

Ia menegaskan bahwa kedatangan menteri bukan sekadar lawatan politik.
“Kami meminta Pak Menteri memberi kejelasan: kapan ukur ulang dilaksanakan? Proses ini harus diawasi tim independen, bukan hanya pegawai kementerian yang bisa diintervensi,” tegasnya, Senin (28/7/25).

Keputusan ukur ulang HGU PT SGC bukanlah wacana, ia telah terikat dalam dokumen resmi negara, ditandatangani oleh pejabat tinggi Kementerian ATR/BPN dan Komisi II DPR RI. Maka, menunda atau membelokkannya sama saja dengan mengkhianati konstitusi.

Rakyat Lampung sudah terlalu sering menjadi penonton dalam drama panjang konflik agraria. Mereka ibarat pemilik rumah yang terpaksa berdiri di luar pagar, sementara orang asing nyaman menguasai ruang tamu.

Kini, saat Menteri ATR/BPN hadir di tanah Sai Bumi Ruwa Jurai, pertanyaannya tinggal satu: apakah kunjungan ini tanda keseriusan menuntaskan konflik, atau sekadar sandiwara untuk meredam bara di akar rumput?

Jawabannya akan ditulis oleh waktu. Tapi satu hal pasti: rakyat tidak lagi sudi dibohongi. Ukur ulang HGU PT SGC bukan slogan itu perintah konstitusi. Dan tanah rakyat bukan pion di papan catur kekuasaan. (Red)

Tags: Kemeterian ATR/BPNPemprov LampungUkur Ulang Lahan PT. SGC
Previous Post

Fakultas Syariah UIN RIL Perkuat Sinergi dengan KPPU, Fokus pada Hukum Persaingan Usaha Berbasis Syariah

Next Post

PPWI Bandar Lampung Sempurnakan Struktur Kepengurusan Periode 2025–2030

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Warga Muara Malungai Kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang, Sampaikan Protes Kondisi Jalan Rusak; PUPR Barsel Turunkan Alat Berat

8 Agustus 2026

Pemkab Barsel Pastikan Gaji PPPK Tetap Aman Ditengah Efisiensi

11 Agustus 2026

213 Pejabat Pemkab Barsel Dilantik, 111 Promosi dan 55 Mutasi

12 Agustus 2026

Ketua LPLHN Kalimantan Tengah Nanang Suhaimi Meninggal Dunia

18 Juli 2026

7 Bulan Hak Belum Dibayar, Eks Karyawan Tahan Unit Hauling Batubara di Barito Selatan

20 Juli 2026

Warga Keluhkan Jalan Rusak Parah di Tabak Kanilan, Diduga Akibat Truk Sawit Bertonase Tinggi

30 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.