JAKARTA, Jelajah.co – Antusiasme calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terus meningkat. Hingga pertengahan Mei 2026, jumlah pendaftar Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) telah menembus angka 60 ribu peserta dari total daya tampung sekitar 80 ribu kursi yang tersedia secara nasional.
Data tersebut disampaikan Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Rabu (13/5/2026). Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Abd Aziz, mengatakan jumlah pendaftar diperkirakan masih akan terus bertambah mengingat masa pendaftaran masih berlangsung hingga 30 Mei 2026.
Menurutnya, sebagian calon mahasiswa masih menunggu hasil seleksi perguruan tinggi negeri melalui jalur lain sebelum menentukan pilihan mengikuti UM-PTKIN.
Selain menyampaikan perkembangan jumlah pendaftar, panitia juga menegaskan komitmennya menjaga kualitas dan transparansi proses seleksi. Koordinator Penjamin Mutu PMB PTKIN, Prof. Zulfahmi Alwi, menjelaskan bahwa Sistem Seleksi Elektronik (SSE) yang digunakan telah melalui proses pengujian dan sinkronisasi secara menyeluruh untuk memastikan pelaksanaan ujian berlangsung objektif dan akuntabel.
Ia menambahkan, penjaminan mutu tidak hanya dilakukan terhadap kualitas soal, tetapi juga mencakup sistem pelaksanaan ujian serta pengawasan di setiap lokasi ujian guna menjaga integritas proses seleksi.
Panitia Nasional juga terus berupaya meningkatkan minat calon mahasiswa terhadap program studi keagamaan yang selama ini memiliki jumlah peminat relatif lebih sedikit, seperti Akidah dan Filsafat Islam maupun Ilmu Hadis. Berbagai skema beasiswa, baik melalui Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) maupun dukungan internal perguruan tinggi, disiapkan untuk mendorong keberlanjutan program studi tersebut.
Sementara itu, Bendahara Forum Pimpinan PTKIN, Prof. Mairtin Kustanti, menegaskan kesiapan perguruan tinggi dalam mendukung kelancaran pelaksanaan UM-PTKIN, termasuk penyediaan sarana dan prasarana yang ramah bagi peserta penyandang disabilitas.
Melalui berbagai langkah tersebut, Panitia Nasional berharap proses UM-PTKIN 2026 dapat berlangsung secara profesional, transparan, inklusif, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri.
Red








