BANDAR LAMPUNG Jelajah.co – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung menyiapkan 2.180 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Transformatif 2026 di Kota Bandar Lampung.
Sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian mulai 1 Agustus 2026, UIN Raden Intan Lampung menggelar Refreshment Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang diikuti 116 dosen, Senin (20/7/2026).
Kegiatan yang digelar di Ruang Teater Lantai 2 Gedung Academic & Research Center tersebut dibuka Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. H. Andi Thahir, M.A., mewakili Rektor.
Andi mengatakan, DPL memiliki peran penting dalam memastikan pelaksanaan KKN berjalan sesuai tujuan. Peran tersebut tidak hanya mengawal program kerja mahasiswa, tetapi juga memastikan mahasiswa mampu menjaga karakter, etika dan nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat.
“Pesan saya kepada Dosen Pembimbing Lapangan agar benar-benar memantau proses mahasiswa di lapangan. Kepada mahasiswa, jagalah character building UIN Raden Intan Lampung,” ujar Andi.
Menurutnya, membangun reputasi membutuhkan waktu panjang, namun dapat rusak hanya karena tindakan dalam waktu singkat. Karena itu, mahasiswa diminta menunjukkan sikap dan perilaku yang baik selama menjalankan pengabdian.
Andi juga meminta mahasiswa memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan berbagai inovasi dan kegiatan positif selama KKN. Dokumentasi tersebut dinilai dapat menjadi sarana berbagi praktik baik sekaligus memperkenalkan kontribusi UIN Raden Intan Lampung kepada masyarakat.
Para DPL juga diminta mengingatkan mahasiswa mengenai pentingnya mengisi tracer study setelah menyelesaikan pendidikan. Data tersebut menjadi salah satu indikator dalam penjaminan mutu dan akreditasi perguruan tinggi.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Raden Intan Lampung, Dr. H. Ali Abdul Wakhid, S.Ag., M.Si., mengatakan KKN 2026 merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui enam skema pengabdian.
Keenam skema tersebut yakni KKN Transformatif, KKN Nusantara, KKN Tematik Pondok Pesantren, KKN Tematik Mengajar, KKN Tematik Dakwah Humanis dan KKN Tematik Magang.
Secara keseluruhan, 4.378 mahasiswa mengikuti berbagai skema KKN tahun ini.
“Hari ini kita memasuki tahapan yang sangat penting, yaitu penguatan kapasitas Dosen Pembimbing Lapangan sebagai ujung tombak keberhasilan pelaksanaan KKN Transformatif,” kata Ali.
Ia berharap refreshment tersebut dapat menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kemampuan DPL dalam mendampingi mahasiswa dan menerapkan metodologi pengabdian kepada masyarakat.
Khusus KKN Transformatif, sebanyak 2.180 mahasiswa akan ditempatkan di delapan kecamatan, 48 kelurahan dan 116 lingkungan di Kota Bandar Lampung. Mereka akan didampingi 116 DPL.
KKN Transformatif tahun ini mengangkat tema “Gerakan Kolaborasi Kampus dan Kota untuk Membangun Bandar Lampung yang Berkelanjutan melalui Penguatan Ketahanan Pesisir, Pengembangan Ekowisata Perkotaan, Ekonomi Hijau, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Pengentasan Kemiskinan.”
Ali mengatakan tema tersebut diarahkan agar kegiatan pengabdian tidak sekadar menjadi program rutin mahasiswa, tetapi mampu menghasilkan dampak nyata melalui kolaborasi kampus, pemerintah, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kita ingin pengabdian yang dilakukan mahasiswa memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Raden Intan Lampung, Dr. H. Eko Kuswanto, M.Si., menambahkan KKN menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.
“Di lapangan kita bukan ingin menggurui masyarakat, tetapi belajar bersama masyarakat. Mahasiswa belajar dari kearifan lokal, mengaplikasikan ilmu sesuai bidangnya, melatih kepemimpinan, mengembangkan empati sosial, membangun kolaborasi dengan mitra, serta menghadirkan program yang memberikan manfaat dan berkelanjutan,” jelas Eko.
Selain KKN Transformatif, UIN Raden Intan Lampung mengirimkan delapan mahasiswa mengikuti KKN Nusantara di Kabupaten Lebak, Banten, serta 23 mahasiswa dalam KKN Tematik Pondok Pesantren di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 7.
Sementara KKN Tematik Mengajar diikuti 1.662 mahasiswa, KKN Tematik Dakwah Humanis 298 mahasiswa dan KKN Tematik Magang sebanyak 202 mahasiswa.
Dalam refreshment DPL, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. Agus Afandi, M.Fil.I., hadir sebagai narasumber secara daring. Ia membahas metodologi pengabdian kepada masyarakat serta transformasi peran DPL dalam mendorong pelaksanaan KKN yang berdampak.
Setelah pembekalan DPL, persiapan KKN Transformatif dilanjutkan dengan pembekalan mahasiswa pada 21–22 Juli 2026.
Sejumlah materi yang diberikan meliputi isu dan problematika pembangunan Kota Bandar Lampung, khususnya kawasan pesisir; ekonomi sirkular; pengembangan kawasan hijau; sertifikasi halal untuk UMKM; pencegahan kekerasan seksual dan perundungan; moderasi beragama dan toleransi; hingga teknik pelaporan KKN.
Materi tersebut akan menjadi bekal mahasiswa sebelum diterjunkan ke masyarakat pada 1 Agustus 2026.(*)








