BANDAR LAMPUNG Jelajah.co – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., bersama jajaran pimpinan mengikuti Breakfast Meeting Kementerian Agama (Kemenag) RI secara daring, Selasa (21/7/2026).
Pertemuan rutin yang digelar setiap Selasa tersebut membahas sejumlah agenda strategis Kemenag, termasuk penguatan sistem manajemen talenta dan pengelolaan sumber daya manusia aparatur.
Breakfast Meeting kali ini dipimpin Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., bersama Sekretaris Jenderal Kemenag Prof. Dr. H. Kamaruddin Amin, M.A.
Dalam arahannya, Menag menegaskan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor utama keberhasilan organisasi dalam mewujudkan visi Kemenag, yakni Melayani Umat, Membangun Bangsa.
Karena itu, pengelolaan aparatur sipil negara (ASN) harus dilakukan secara profesional melalui sistem merit yang mengedepankan kompetensi, kinerja dan integritas.
“Keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh program yang baik, tetapi juga oleh kualitas manusia yang menjalankannya. ASN harus menjadi talenta terbaik yang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegas Nasaruddin.
Rektor UIN Raden Intan Lampung mengatakan, keikutsertaan dalam forum tersebut menjadi bagian penting bagi kampus untuk memahami arah kebijakan dan agenda strategis Kemenag, khususnya terkait implementasi Manajemen Talenta ASN.
“Kami di UIN Raden Intan Lampung tentu akan mengikuti arahan dan kebijakan Kementerian Agama terkait implementasi manajemen talenta ASN ini. Ini menjadi bagian dari persiapan kita untuk membangun tata kelola kepegawaian yang lebih baik, berbasis data, kompetensi, dan kinerja,” ujar Wan Jamaluddin.
Menurutnya, seluruh jajaran perlu memahami kebijakan tersebut dan mempersiapkan implementasinya sesuai dengan arahan Kemenag.
Manajemen Talenta ASN sendiri merupakan bagian dari upaya memperkuat penerapan sistem merit melalui integrasi sistem kepegawaian dan pengelolaan talenta. Sistem ini diarahkan untuk membangun tata kelola sumber daya manusia yang profesional, objektif, transparan, berbasis kompetensi serta berorientasi pada kinerja organisasi.
Dalam penerapannya, ASN akan dipetakan melalui Talent Box berdasarkan kinerja dan potensi. ASN dengan kinerja serta potensi tinggi akan menjadi prioritas dalam pengembangan kepemimpinan, promosi maupun penugasan strategis.
Sementara ASN pada kelompok lainnya akan mendapatkan pengembangan sesuai kebutuhan melalui coaching, mentoring, pelatihan maupun bentuk pengembangan kompetensi lainnya.
Forum tersebut juga menekankan pentingnya pemutakhiran data ASN melalui SIASN dan SIM-SDM. Integrasi data kepegawaian dinilai menjadi salah satu fondasi penting agar pengelolaan ASN dapat dilakukan secara akurat dan terukur.
Wan Jamaluddin menegaskan, persiapan implementasi Manajemen Talenta di UIN Raden Intan Lampung harus dilakukan secara bersama oleh seluruh unsur pimpinan dan jajaran terkait.
“Kita perlu memastikan data ASN kita tertib dan mutakhir, karena kebijakan manajemen talenta sangat bergantung pada kualitas data dan pemetaan yang dilakukan. Kita juga perlu memastikan prosesnya berjalan transparan, objektif, adil, dan berbasis kompetensi,” katanya.
Ia menilai, penerapan sistem tersebut penting agar pengembangan karier dan penempatan pegawai benar-benar sesuai dengan kompetensi serta kebutuhan organisasi.
Hasil Breakfast Meeting selanjutnya menjadi bahan bagi jajaran pimpinan UIN Raden Intan Lampung untuk menyiapkan langkah implementasi Manajemen Talenta ASN di lingkungan universitas.
Langkah tersebut mencakup pemutakhiran data ASN, penguatan pemetaan kompetensi dan penilaian SKP, optimalisasi peran Komite Manajemen Talenta, hingga integrasi hasil Manajemen Talenta dengan pengembangan Corporate University sesuai kebijakan Kementerian Agama RI.(*)








