Bandar Lampung, Jelajah.co — Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI, H. Khairunnas, mendorong Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung memperkuat pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Rapat Kerja (Raker) UIN Raden Intan Lampung 2026, Sabtu (18/04/2026) malam.
Dalam paparannya, Khairunnas menegaskan pentingnya penguatan tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel dan transparan, dengan menempatkan pencegahan sebagai kunci utama menjaga integritas lembaga.
“Kinerja itu hal yang fundamental. Kalau tidak ada kinerja, lalu apa yang kita berikan untuk UIN?” ujarnya.
Ia juga menyoroti keseimbangan antara kinerja dan pendapatan yang diterima pegawai, seperti gaji, remunerasi, hingga tunjangan.
“Kalau tidak setara, kita punya ‘utang’ kepada lembaga. Dari masa CPNS sampai sekarang, apa yang sudah kita berikan untuk UIN Raden Intan Lampung?” katanya.
Khairunnas mengingatkan bahwa tanggung jawab tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga moral.
“Sudahkah kita benar-benar murni mengabdi sebagai abdi negara? Sudahkah orientasinya 100 persen untuk pengabdian?” ucapnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya meninggalkan legacy kinerja yang baik bagi institusi serta menjaga kedisiplinan sesuai Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2023.
“Kita sudah digaji. Maka wajib menolak segala bentuk pemberian,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya nilai kejujuran, tanggung jawab, serta mono loyalitas dalam bekerja. Menurutnya, kekompakan menjadi kunci dalam membangun institusi yang kuat.
Lebih lanjut, Khairunnas mendorong unit-unit di lingkungan kampus, minimal di tingkat fakultas, untuk mulai membangun Zona Integritas menuju WBK.
“Perlu kekompakan dan komitmen menuju pelayanan prima. Dimulai dari reformasi birokrasi berbasis integritas, kemudian diimplementasikan dalam tata kelola yang bersih dan akuntabel, serta layanan publik yang berkualitas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa praktik gratifikasi merupakan ancaman serius yang dapat merusak institusi jika tidak dicegah sejak dini.
“Integritas harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar slogan,” tambahnya.
Di akhir penyampaiannya, Khairunnas mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menjaga komitmen dalam membangun UIN Raden Intan Lampung yang bersih, transparan, dan berintegritas. (*)








